Silas Natkime Berharap Dialog dan Kontrak Segitiga Soal Divestasi Saham PT Freeport Indonesia

Senior Vice President PT Freeport Indonesia, Silas Natkime bersama Jufry Lumintang selaku Ketua Umum Organisasi Pondasi Satu, saat dijumpai di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (11/12/2018). (Foto: dwnews/Hamdi Putra)

DiamondNews, Jakarta – Senior Vice President PT Freeport Indonesia, Silas Natkime yang merupakan putra asli Tanah Papua mengharapkan adanya kontrak segitiga dalam divestasi saham PT Freeport Indonesia.

 

“Kontrak segitiga itu kami sebagai pemegang hak ulayat harus tandatangan, pemerintah tandatangan dan perusahaan juga tandatangan. Supaya nanti hasil untungnya itu pemerintah untung, perusahaan untung dan kami orang Papua juga untung,” ujar Silas Natkime di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (11/12/2018).

 

Selain itu ia juga menekankan pentingnya dialog segitiga antara pemerintah Indonesia, PT Freeport Indonesia dan perwakilan suku-suku pemegang hak ulayat yang ada di sekitar konsesi pertambangan PT Freeport Indonesia.

 

“Selama ini pemegang hak ulayat tidak dilibatkan dalam dialog, hanya itu internal pemerintah dengan perusahaan saja. Kalau pemegang hak ulayat dilibatkan akan lebih mudah untuk kita bisa selesaikan. Tapi kalau hanya dua pihak saja tidak akan mungkin selesai,” tutur Silas Natkime.

 

Keterlibatan pemegang hak ulayat dinilai sangat penting lantaran mereka adalah rakyat Papua yang bersentuhan langsung dengan dampak pertambangan PT Freeport Indonesia.

 

“Memang semua pihak tidak mau kalah dalam urusan PT Freeport Indonesia ini. Tapi saya jamin, masyarakat Papua betul-betul tulus karena ini adalah untuk kepentingan kami juga, demi kemajuan Papua,” kata Silas Natkime.

 

Ia meminta agar segala polemik dan kontroversi terkait PT Freeport Indonesia segera dihentikan. Sebab, hal itu dianggap hanya akan menjadi hambatan dalam membangun masa depan Papua dan Indonesia.

 

“Bagaimana agar polemik berhenti? Salah satunya adalah melibatkan masyarakat Papua dalam dialog dan kontrak. Dialog segitiga dan kontrak segitiga, itu saja menurut kami, ya,” ucapnya.

 

Silas Natkime mengapresiasi langkah cepat Presiden Jokowi yang rutin menggelar rapat terbatas dalam rangka percepatan divestasi saham PT Freeport Indonesia.

 

Langkah cepat itu dinilai dapat meminimalisir munculnya masalah-masalah baru terkait divestasi saham PT Freeport Indonesia.

 

“Terimakasih Pak Presiden Jokowi. Mudah-mudahan kami diberi kemudahan berdialog dengan Pak Presiden supaya kami nanti dapat sampaikan langsung ke Bapak soal Freeport ini,” ujarnya.

 

Sementara itu Jufry Lumintang selaku Ketua Umum Organisasi Pondasi Satu juga memiliki pandangan yang sama. Selain melibatkan masyarakat Papua dalam dialog dan kontrak, memberikan kesempatan kepada putra daerah diprediksi dapat menurunkan tensi tinggi yang ada di Papua.

 

“Kami mendorong agar pemerintah dan Presiden Jokowi mempertimbangkan dampak positif dan negatif apabila PT Freeport Indonesia dipimpin oleh putra Papua. Transfer keahlian dan teknologi di sana berjalan sukses, putra Papua juga mampu,” tutur Jufry Lumintang.

 

 

 

(red)

 

Reporter : Hamdi Putra

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kader Apresiasi Ketegasan DPP Mencopot Ketua DPW PAN Kalsel yang Dukung Jokowi-Ma'ruf

Sel Des 11 , 2018
DiamondNews, Jakarta – Pencopotan Muhidin […]