Bubar Atau Tidaknya BP Batam Diharapkan Murni Pro Masyarakat

Hamzah Idris (Foto: dwnews)

DiamondNews, Batam – Pemberitaan tentang keputusan presiden untuk menentukan status badan pengusahaan (BP) Batam, pada rapat terbatas yang digelar bersama sejumlah menteri terkait  pada Rabu kemarin, (12/12/2018) menjadi perbincangan hangat oleh hampir seluruh warga Batam.

Arahan presiden Joko Widodo ini muncul akibat lambannya pengembangan kawasan Batam, meskipun berbagai upaya sudah dilakukan sejak 3 tahun lalu. Permasalahan utama yang disimpulkan adalah adanya dualisme kepemimpinan di Batam yang juga membuat investor merasa tidak mendapatkan kepastian hukum. Untuk itu, kewenangan pemerintah pusat selama ini melalui BP Batam, akan dirangkap secara ex-officio oleh walikota Batam.

Salah satu tokoh masyarakat Batam, yang juga menjadi penggagas terbentuknya provinsi khusus Batam, Hamzah Idris mengatakan, langkah yang dilakukan presiden saat ini merupakan niat baik untuk percepatan pembangunan di Batam. Untuk itu semua kalangan diharapkan agar memberikan masukan dan tanggapan dengan berpihak kepada kebutuhan masyarakat, bukan atas dasar pro dan kontra atau dijadikan sebagai komoditas politik.

“Saya sangat menghargai dan mengapresiasi demi untuk kemajuan masyarakat Batam, soal teknis nanti saya kira pemerintah pusat tau hal itu” jelas Hamzah Idris

“Jadi disini intinya tidak ada dibubarkan, adalah peleburan dua institusi dalam satu bentuk kewenangan, yang beredar adalah ex-officio Pemko Batam, keduanya saling bersinergi soal teknis mungkin konsepnya adalah kita buat dewan penyelaras” imbuh Hamzah Idris

“sekali lagi apapun itu demi masyarakat Batam kita dukung” pungkasnya

Sejak dua tahun yang lalu, Hamzah Idris bersama masyarakat sudah menyampaikan aspirasi tentang keberadaan BP Batam kepada pemerintah. Tiga hal yang dituntut saat itu antara lain, penghapusan uang wajib tahunan otorita (uwto), pergantian 7 pimpinan baru di BP Batam dan penyatuan wewenang BP Batam dan Pemko Batam.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *