Bawaslu Diduga Abaikan Pelanggaran Pemilu Oleh Walikota Batam

Muhammad Rudi dan Nyat Kadir (Foto: dwnews)

DiamondNews, Batam – Badan pengawas pemilu (Bawaslu) kota Batam, Kepulauan Riau, diduga telah mengabaikan beberapa unsur pelanggaran pemilu oleh Walikota Batam, Muhammad Rudi bersama anggota DPR RI yang juga caleg partai Nasdem asal Kepri, Nyat Kadir.

Warga Batam atas nama Haryanto, telah melaporkan adanya dugaan pelanggaran pemilu pada acara silaturahmi Walikota Batam bersama masyarakat penerima bantuan program keluarga harapan (PKH), di kawasan industri Batamindo (19/11/2018) lalu.

Kuasa hukum pelapor, Musrin menduga ada beberapa hal yang ditutupi oleh Bawaslu, meskipun saat menyampaikan laporannya telah disertakan saksi-saksi dan rekaman video kegiatan tersebut. Jika disesuaikan dengan pasal 547 undang-undang nomor 7 tahun 2017, Walikota memang tidak membuat keputusan tertulis, namun telah melakukan tindakan yang menguntungkan salah satu peserta pemilu.

“nantinya dari unsur-unsur yang diabaikan oleh bawaslu kita akan melangkah lagi  yang lebih tinggi  yaitu ke DKPP, kita akan lakukan kajian”. Ujar Musrin

“ini kita sampaikan ada beberapa hal yang diabaikan dan ditutupi oleh bawaslu, ini kita tidak menginginkan, kita masayarakat ini menginginkan edukasi kepada masyarakat, bahwasanya jangan menggunakan suatu kekuasaan untuk kepentingannya pribadi, ini tidak baik”. Tegas Musrin

Komisioner Bawaslu kota Batam, Bosar Hasibuan mengatakan, berdasarkan keterangan 3 orang saksi saat pemeriksaan yang dilakukan pada (4/12/2018) terlapor di saat acara bukan dalam posisi berkampanye. Dalam kegiatan itu juga tidak ditemukan alat peraga kampanye maupun penyalahgunaan jabatan.

Bawaslu telah memutuskan untuk tidak melanjutkan laporan warga, atas dugaan pidana pelanggaran pemilu oleh Walikota Batam, bersama anggota DPR RI partai Nasdem asal Kepri.

Bawaslu tidak menemukan pelanggaran yang memenuhi unsur dalam undang-undang nomor 7 tahun 2017, peraturan KPU nomor 23 tahun 2018 dan peraturan Bawaslu nomor 28 tahun 2018.

(red)

Reporter : Andri Sofyan

Tinggalkan Balasan