2018 Terbanyak KPK Melakukan OTT

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang (Foto: istimewa)

DiamondNews, Jakarta  – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang mengatakan bila tahun 2018 merupakan sejarah terbanyak KPK melakukan tangkap tangan selama berdiri.

“Jumlah kasus tangkap tangan di tahun 2018 ini telah melampaui tahun sebelumnya dan merupakan terbanyak sepanjang sejarah KPK berdiri,” ujar Saut dalam konferensi pers terkait capaian dan kinerja KPK di tahun 2018 di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/12/2018).

Lebih jauh, Saut menyebutkan, bila terdapat 28 kasus tangkap tangan yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2018. Jumlah tersebut belum dihitung OTT terakhir di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada Selasa 18 Desember malam. Sehingga jumlah OTT KPK untuk tahun 2018 sejauh ini adalah 29 kali.

“Dari 28 kasus tersebut, KPK telah menetapkan 108 orang sebagai tersangka dengan beragam profil tersangka, mulai dari anggota legislatif, aparat penegak hukum hingga kepala daerah,” terang Saut.

erkait tangkap tangan, sambung Saut, kadang KPK menyita hanya sejumlah kecil uang suap. Namun, saat dilakukan pengembangan tidak sedikit para pihak yang kemudian dapat dimintai pertanggungjawaban.

“Dari OTT tersebut pula, tidak jarang menjadi pintu masuk untuk menjerat dugaan tindak pidana penerimaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang,” bebernya.

Dirinya membeberkan, perkara OTT yang menjerat sejumlah kepala daerah seperti Zumi Zola, Yahya Fuad, Irwandi Yusuf, hingga Zainudin Hasan. Ketika mereka di OTT, barang bukti uang yang disita cukup kecil, namun saat berhasil diungkap ternyata kasus itu besar.

 

“Beberapa tersangka di antaranya adalah Yahya Fuad, Zumi Zola, Irwandy Yusuf, Pangonal Harahap, Zainudin Hasan, Abdul Latif yang dalam penyidikan dan persidangan terungkap memiliki sejumlah aset yang sangat besar yang diduga diperoleh dari tindak pidana korupsi,” tandas Saut.*

 

(red)

 

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *