Ini Sebabnya Anak Juragan Kosan Utan Kayu Terpaksa Dipolisikan Animal Defenders Indonesia

Ketua sekaligus pernah diri Animal Defenders Indonesia, Doni Herdaru Tona (bertopi) usai melaporkan kasus dugaan penganiayaan terhadap hewan ke Polres Metro Jakarta Timur, Selasa (18/12/2018). (Foto: dwnews/ Hamdi putra)

DiamondNews, Jakarta – Komunitas pecinta hewan, Animal Defenders Indonesia di bawah komando Doni Herdaru Tona melaporkan seorang pemuda berinisial ‘E’ ke Polres Metro Jakarta Timur, Selasa (18/12/2018).

 

Pemuda tersebut dipolisikan lantaran diduga telah melanggar Pasal 320 KUHP karena melakukan penganiayaan terhadap seekor kucing di kawasan Utan Kayu beberapa bulan yang lalu.

 

Laporan itu tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan Pengaduan bernomor 1310/K/XII/2018/RES JT.

 

“Hari ini kami melaporkan kasus dugaan penganiayaan hewan yang dilakukan seorang pemuda berinisial E dan kemudian diunggah melalui akun Facebook pada 30 Oktober 2018 dan baru sampai ke kami kemarin sekitar jam 8 malam. Lalu kami cari pelakunya, dapat latar belakangnya dan bahkan pelaku muncul di kolom komentar akun Instagram saya,” tutur Doni Herdaru Tona.

 

Sebelum, memutuskan untuk melaporkan kepada pihak kepolisian, Animal Defenders Indonesia telah berusaha untuk menempuh jalur diskusi dan edukasi bagi pelaku. Akan tetapi usaha tersebut berakhir sia-sia dan tidak mendapatkan respon yang baik.

 

“Pelaku sempat meledek, kucing ini mana ada pasalnya. Sepertinya kesempatan untuk berdiskusi  dan edukasi tertutup. Akhirnya kami melaporkan ke Polres Jakarta Timur. Yang kami laporkan ada satu orang. Untuk kemungkinan adanya pelaku lain kami serahkan kepada penyidik dalam pengembangan kasus ini,” kata Doni Herdaru Tona.

 

Berdasarkan keterangan M Riski sebagai salah satu saksi, dirinya pertama kali menemukan video penganiayaan itu pada grup Facebook jual beli kucing ras Indonesia sekitar akhir Oktober 2018.

 

Dalam video berdurasi 30 detik itu terlihat seorang pemuda melempari kucing yang tercebur ke selokan dengan menggunakan sebuah balok batu hingga mengenai kepala kucing.

 

Kucing yang hendak menyelamatkan diri dan tengah berupaya memanjat dinding tepian selokan itu akhirnya kembali tercebur.

 

Tidak hanya sekali, pelaku kemudian menghujani kucing tersebut dengan lemparan berikutnya dan kemudian tertawa riang sambil berpose menghadap kamera perekam.

 

“Wih parah banget, ini viral tapi kok nggak sampai ke Animal Defenders Indonesia. Saya kira Bang Doni dan teman-teman komunitas harus lihat video ini. Video itu diunggah akun Facebook berinisial ‘A’ tanggal 30 Oktober dan baru saya sampaikan ke Bang Doni Senin (17/12/2018) malam,” ujar M Riski di Polres Jakarta Timur, Selasa (18/12/2018).

 

Doni Herdaru Tona sebagai Ketua Animal Defenders Indonesia yang mendapatkan informasi dari M Riski langsung bergerak cepat menelusuri jejak digital untuk mencari identitas pelaku.

 

Dalam beberapa jam saja ia berhasil mendapatkan data mengenai pelaku penganiayaan terhadap kucing dalam video viral tersebut. Pelaku diketahui merupakan anak dari seorang juragan kos-kosan di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur.

 

Akhir-akhir ini Doni Herdaru Tona bersama Animal Defenders Indonesia banyak sekali menjumpai anak-anak muda yang mendapatkan kepuasan dengan cara menganiaya hewan.

 

Beberapa di antaranya berhasil diajak berdiskusi atau diedukasi, sedangkan sebagian lainnya terpaksa dilaporkan ke polisi. Menurutnya, penganiayaan terhadap hewan tidak boleh dibiarkan dan harus mendapatkan sanksi yang tegas.

 

“Buat kami edukasi dan bimbingan dari lingkungan sekitar itu sangat penting. Ketika kita membiarkan suatu perbuatan yang bernilai penganiayaan untuk tujuan lucu-lucuan itu akan ditiru oleh orang lain. Ketika seseorang mendapatkan kepuasan dari penyiksaan terhadap hewan kemungkinan besar orang tersebut memiliki gangguan mental. Nah, saat ini dia berani kepada hewan dan sangat terbuka kemungkinan berani kepada manusia, apakah itu teman, kerabat dan bahkan keluarga sendiri bisa menjadi korban.” Demikian Doni Herdaru Tona menjelaskan.

 

 

(red)

 

Reporter : Hamdi Putra

 

, , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *