10 Orang Tewas Akibat Demonstrasi Rompi Kuning di Prancis

demonstrasi rompi kuning di Perancis (Foto: istimewa)

DiamondNews, Paris – Seorang pengendara motor tewas pada Jumat malam dalam kecelakaan di jalan yang dikaitkan dengan gerakan “Rompi Kuning” di Prancis selatan. Insiden terbaru ini menambah daftar korban tewas menjadi 10 sejak pengunjuk rasa melancarkan demonstrasi pada pertengahan November lalu terhadap kenaikan pajak bahan bakar.

Korban terakhir, seorang pria berusia 36 tahun, ditabrak truk yang berhenti di dekat jalan raya tempat para demonstran berkumpul dan menghalangi jalan, lapor saluran berita BFMTV yang dikutip Xinhua, Minggu (23/12/2018).

Sembilan orang lainnya tewas dalam insiden yang terkait dengan gerakan Rompi Kuning, sebagian besar karena kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh penghalang jalan, sejak gerakan ini dimulai.

Gerakan “Rompi Kuning”, sebuah protes nasional terhadap kinerja ekonomi yang lemah dan peningkatan pendapatan yang mandek di bawah Presiden Emmanuel Macron, dimulai sebagai kampanye melawan lonjakan harga bahan bakar tahun ini.

Ribuan pengemudi yang mengenakan rompi kuning terlihat menghalangi jalan di seluruh negeri.

Untuk mengakhiri pemberontakan sosial dan mendapatkan kembali dukungan masyarakat, Macron telah mengumumkan paket tindakan, termasuk meningkatkan upah minimum dan mengurangi kenaikan pajak pada pensiunan.

Ia juga berjanji untuk menyelenggarakan debat nasional yang luas tentang perpajakan dalam tiga bulan mendatang.

Terlepas dari konsesi presiden, para pemimpin “Rompi Kuning” telah merencanakan demonstrasi baru di akhir pekan keenam. Mereka mendorong para pendukung mereka untuk memblokir kendaraan di perbatasan pada hari Sabtu.

Eric Douet, salah satu perwakilan gerakan, menyerukan lewat Facebook untuk menggelar “Act VI: in Versailles” di sebelah barat Paris. Lebih dari 1.000 orang mengatakan siap untuk ambil bagian.

Puri dan taman Versailles, salah satu situs bersejarah paling cemerlang di Prancis, ditutup pada hari Sabtu karena risiko protes keras.

 

Kami siap seandainya protes berfokus pada Versailles, tetapi bisa juga di tempat lain,” kata Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner seperti dikutip oleh media setempat.

Meskipun ada beberapa yang bertekad untuk melanjutkan protes, gerakan ini tampaknya kehilangan momentum dengan jumlah total peserta berkurang menjadi 66.000 pada Sabtu lalu dari seminggu yang lalu. Kala itu, 17 November, jumlah demonstran hampir 300.000.

“Kami mengharapkan penurunan mobilisasi tetapi yang dapat mencakup individu-individu yang paling gigih,” kata Wakil Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez.

 

 

(red)

Tinggalkan Balasan