Pemerintahan AS Lumpuh Sementara Akibat Senat Tunda Rapat Anggaran

Presiden AS Donald Trump (Foto: istimewa)

DiamondNews, Washington – Senat Amerika Serikat (AS) menunda rapat menjadi lewat pukul 8 malam pada Jumat malam (21/12/2018) (01:00 GMT pada hari Sabtu), menandakan tidak ada lagi aktifitas kongres untuk hari itu, dan juga berarti pemerintahan dipastikan akan ditutup (shutdown).

Senat dijadwalkan untuk kembali mengadakan pertemuan setelah jam istirahat di hari Sabtu (17;00 GMT hari Sabtu).

Kegagalan Kongres AS dan Presiden Donald Trump untuk menyetujui Rancangn Undag-Undang (RUU) anggaran pengeluaran pemerintah pada tengah malam akan membuat ditutupnya beberapa lembaga federal.

Anggota Partai Republik di Senat gagal mengumpulkan suara yang dibutuhkan untuk menyetujui dicairkannya dana sebesar US$5 miliar yang diminta Presiden AS Donald Trump untuk bangun tembok perbatasan dengan Meksiko.

Pembangunanan tempo ini untuk membendung bertambahnya imgran Meksiko masuk ke AS dan merupakan janji kampanye Dpnald Trump. Tetapi kebijakan ini ditentang keras Partai Demokrat.

Trump, pada hari Jumat, mengatakan penutupan bagian-bagian penting dari pemerintah federal kali ini bisa “sangat lama,” dan ia berusaha menyalahkan Demokrat.

“Mungkin saja kami akan melakukan penutupan. Saya akan mengatakan kemungkinannya sangat bagus,” kata Trump di Gedung Putih seperti dikutip dari Reuters, Jumat (21/12/2018). “Kita akan mendapatkan (pendanaan) tembok,” tambah Trump.

Sebelum pertemuan Senat dari Partai Republik di Gedung Putih, Trump mencuit diakun Twitter pribadinya bahwa “Demokrat sekarang memiliki penutupan,” meskipun minggu lalu telah mengatakan bahwa ia akan dengan “bangga” untuk menutup pemerintah federal atas masalah keamanan perbatasan dan “Saya (Trump) akan menjadi orang yang menghentikannya.” Jelasnya, seperti dikutip dari CNBC International.

Sementara itu, Demokrat menyalahkan Trump atas permintaannya untuk pendanaan tembok perbatasan. Sebelumnya Demokrat telah mendukung legislasi pendanaan jangka pendek bipartisan pemerintah yang disahkan oleh Senat pada hari Rabu karena tidak memuat pendanaan tembok perbatasan.

Penutupan yang akan terjadi adalah shutdown ketiga kalinya yang akan terjadi tahun ini di Washington dan mungkin akan menjadi pertanda buruk untuk pemerintahan tahun depan, saat Demokrat dipastikan akan menduduki kekuasaan saat mereka berhasil mengambil alih Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS.

“Presiden Trump telah melampiaskan kemarahan dan sekarang membuat kami bergegas menuju “penutupan Trump” selama Natal,” kata Pemimpin Senat Demokrat Chuck Schumer di gedung Senat.

“Anda tidak mendapatkan (dana) tembok perbatasan hari ini, minggu depan atau pada 3 Januari, ketika Demokrat mengambil alih Dewan,” tambah Schumer.

Beberapa jam sebelum batas waktu, anggota parlemen bertemu dengan Wakil Presiden Mike Pence dan pejabat Gedung Putih lainnya dalam upaya terakhir untuk menemukan kompromi RUU dana pemerintah yang dapat diterima baik oleh partai politik maupun Trump. Ada sedikit indikasi bahwa perjanjian semacam itu mungkin terjadi, tetapi para senator mengatakan pembicaraan akan terus berlanjut.

Di DPR, para perunding sedang membahas pencairan dana senilai US$1,6 miliar untuk serangkaian langkah-langkah keamanan perbatasan, namun tidak termasuk pembiayaan tembok perbatasan Trump. Selain itu juga dibahas upaya untuk mempertahankan bantuan keuangan untuk daerah-daerah yang dilanda bencana alam yang ditambahkan oleh DPR, menurut seorang pembantu Senat Republik.

Dana senilai US$ 1,6 miliar itu hanya akan mendapat tambahan US$ 300 juta dari jumlah yang disetujui Senat dalam RUU pendanaan sementara yang disahkan Rabu malam.

 

 

(red)

 

Sumber: cnbc Indonesia

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *