Konflik di Ukraina, Warga Sipil jadi Korban Pelanggaran HAM

Warga sipil korban krisi Ukraina (Foto: istimewa)

DiamondNews, Ukraina – Konflik di Ukraina telah memasuki tahun kelima, dan kata PBB warga sipil terus menjadi korban pelanggaran HAM oleh pemerintah Ukraina dan pasukan pemberontak yang pro-Rusia di kawasan Donetsk dan Luhansk. PBB mengeluarkan laporan tentang situasi dalam tiga bulan antara Agustus dan November.

Perang saudara di Ukraina, yang dimulai bulan April tahun 2014 tampaknya sedang mengalami jalan buntu, tapi kedua pihak masih terus melakukan pelanggaran HAM di kedua sisi garis pertempuran sepanjang 500 km yang memisahkan pasukan Ukraina dan pemberontak yang didukung Rusia.

PBB telah mencatat ratusan laporan pelanggaran HAM, termasuk penangkapan, penghilangan paksa, penyiksaan dan perkosaan.

Laporan itu merinci penderitaan yang dialami penduduk karena semakin buruknya keadaan ekonomi. Kate Gilmore wakil komisaris tinggi PBB urusan HAM mengatakan, banyak penduduk menderita dampak sosial-ekonomi yang disebabkan konflik itu.

Katanya, orang tua, anak-anak dan orang cacat paling terkena dampak perang itu. kata Gilmore lagi, “Pembatasan atas kebebasan bergerak sepanjang, dan melewati garis konflik terus mengganggu kemampuan warga untuk mendapat jaminan sosial, pembayaran uang pensiun dan tunjangan-tunjangan lainnya. Ini juga menghalangi mereka mendapat air bersih, sanitasi, jaminan sosial dan pemanasan dalam musim dingin.”

Laporan PBB itu dengan keras mengecam Rusia karena terus melanggar peraturan internasional sebagai penguasa pasukan pendudukan di Krimea.

Laporan PBB itu juga mencatat puluhan pelanggaran HAM termasuk pemberangusan hak menyatakan pendapat, kebebasan berkumpul, dan secara umum menimbulkan ketakutan pada warga. Kelompok suku Tartar di Krimea adalah orang-orang yang paling menderita karena pelanggaran-pelanggaran itu.

 

(red)

Tinggalkan Balasan