Diduga Ancam Akan Pecahkan Kepala Eggi Sudjana, Politisi PDIP Kapitra Ampera Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Eggi Sudjana bersama tim kuasa hukumnya melaporkan Kapitra Ampera ke Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (25/12/2018). (Foto: dwnews/ Hamdi Putra)

DiamondNews, Jakarta – Dua calon anggota legislatif dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terlibat perseteruan.

 

Adalah Eggi Sudjana melaporkan Kapitra Ampera ke Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, pada Selasa (25/12/2018).

 

Ketua Umum Relawan Nasional Prabowo-Sandi (RN PAS) tersebut melaporkan Kapitra Ampera lantaran diduga mendapatkan ancaman secara tidak langsung dari yang bersangkutan.

 

Eggi Sudjana mendengar perihal ancaman terhadap dirinya dari seorang rekannya yang merupakan politisi PDIP, partai yang juga menjadi kendaraan Kapitra Ampera untuk maju sebagai caleg DPR RI.

 

“Saudara Kapitra menantang saya untuk berantem, dalam pengertian akan dipecahkan kepala saya. Ngancemnya nggak tahu kapan. Tapi yang telepon saya kemarin itu jam 11.52 WIB, kan ada bukti digital, telepon kurang lebih sekitar 3 menit. Katanya, “Bang! Ada pesan dari Kapitra. Suruh sampaikan ke abang. Abang mau dipecahkan kepalanya. Diajakin berantem, pokoknya saya menyampaikan saja,” ujar Eggi Sudjana menirukan ucapan informan dari PDIP.

 

Jika terbukti benar, Eggi Sudjana menyesalkan ucapan Kapitra Ampera. Sebab sebagai sesama praktisi hukum, menurutnya Kapitra Ampera seharusnya menyadari bahwa ucapan tersebut sangat tidak pantas dan arogan serta bisa dijerat pidana.

 

Sementara itu, Pitra Romadoni Nasution selaku kuasa hukum Eggi Sudjana menduga ucapan Kapitra Ampera merupakan buntut dari pidato Jokowi beberapa waktu yang lalu.

 

Saat itu, Jokowi berpidato di hadapan para pendukungnya di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (4/8/2018).

 

“Dulunya Jokowi pernah bilang kepada pendukungnya supaya tidak takut diajak berantem. Mungkin karena itu Kapitra jadi arogan, apalagi dia kan nyaleg dari partai penguasa saat ini. Arahan Jokowi itu saya nilai sangat berbahaya karena dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Lihat saja bagaimana efeknya sekarang,” tutur Pitra Romadoni Nasution.

 

Sedangkan Elidanetti yang juga sebagai anggota tim kuasa hukum Eggi Sudjana mengatakan bahwa ucapan Kapitra Ampera tak ubahnya seperti bandit yang menebar ketakutan.

 

“Tapi bandingnya ini bandit pengecut. Kalau ada masalah jangan minta sampaikan orang lain dong. Ayo selesaikan dengan musyawarah dan kepala dingin. Ini kok malah ngancam-ngancam segala. Sekarang udah nggak jaman lagi main bandit-banditan. Enak aja mau mecahin kepala orang, memangnya botol air mineral? Negara kita negara hukum. Dalam hal ini hukum juga harus ditegakkan terhadap Kapitra Ampera. Makanya hari ini kami melaporkan ke Bareskrim agar mencari kebenaran perihal dugaan ancaman tersebut,” ucap Elidanetti.

 

Kapitra Ampera diduga melanggar Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 29 Juncto Pasal 45 Ayat 3 Juncto pasal 55 KUHP dan Pasal 182 KUHP.

 

Adapun barang bukti yang dilampirkan antara lain berupa tangkapan layar cuplikan percakapan WhatsApp mengenai ancaman tersebut. Laporan ini terdaftar di Bareskrim Polri dengan nomor LP/B/1675/XII/2018/Bareskrim.

 

(red)

Reporter : Hamdi Putra

, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *