Begini Penjelasan Andi Soal Ironi Rumah Semi Permanen dan Mobil Mewah Porsche Cayman Nunggak Pajak

Rumah Andi dan Aliyah, pasangan suami-istri yang tercatat memiliki tunggakan pajak mobil mewah Porsche Cayman di Jalan Karya Barat IV, RT 09 RW 03, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (25/12/2018). (Foto: dwnews/ Hamdi Putra)

DiamondNews,  Jakarta – Pasangan suami-istri Andi dan Aliyah memastikan bahwa mobil mewah Porsche Cayman yang memiliki tunggakan pajak Rp 28 juta bukanlah miliknya.

 

Namun, mereka mengakui telah meminjamkan KTP kepada seseorang untuk membeli dua unit mobil sekitar dua tahun yang lalu.

 

Keterangan ini disampaikan Andi kepada wartawan Diamond News saat dijumpai di rumahnya di Jalan Karya Barat IV RT 09 RW 03, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Selasa (25/12/2018) malam.

 

“Mobilnya bukan punya saya. Gimana caranya bisa beli mobil semewah itu, makan aja susah. Rumah juga semi permanen, bisa dilihat sendiri kan rumah saya. Jadi begini, bapak yang pakai KTP saya dan KTP istri saya ini keponakan dari Bendahara RT di tempat saya bekerja di Prima Indah. Dia itu orang daerah, orang Bangka, ya kan nggak mungkin dong pengen beli mobil di Jakarta bisa pakai KTP daerah,” ujar Andi.

 

Pria yang berprofesi sebagai petugas keamanan itu menyebutkan bahwa dirinya kenal baik dengan si peminjam KTP maupun Bendahara RT di tempatnya bekerja.

 

“Demi Tuhan ya, saya relakan KTP itu bukan soal materiil tapi budi dan kebaikan seseorang. Keluarga dia baik sama saya,” tutur Andi.

 

Selama berada di tangan keluarga Bendahara RT yang dimaksud, mobil mewah Porsche Cayman tersebut tidak pernah memiliki tunggakan pajak, apalagi sampai didatangi oleh petugas Samsat lantaran mobil itu atas nama istrinya.

 

“Jadi dia pernah ngomong, mobil ini mau dijual kepada seorang dokter, sekalian balik nama. Kalau saya nggak salah yang beli orang Jakarta Selatan. Kata dia, pembelinya ini lagi ke luar negeri liburan, paling nanti pulangnya Januari. Dia pakai juga izin, pas mau dijual pun dia ngomong,” kata Andi.

 

“Jadi ada dua mobil, pertama buat bapaknya pakai KTP saya, terus buat anaknya pakai KTP istri saya. Nah, yang nunggak pajak ini yang pakai KTP istri saya, Aliyah,” ucap Andi melanjutkan penjelasannya.

 

Ia meminta agar pihak Samsat maupun media tidak membumbui pemberitaan mengenai dirinya seolah-olah mobil tersebut telah menunggak lama.

 

“Terus, nunggak pajak kan nggak setahun. Baru beberapa hari kok. Jatuh temponya Desember ini. Jadi belum setahun, sebulan aja belum,” ujarnya.

 

Untuk menyelesaikan masalah ini, Andi berencana untuk mengunjungi kantor Samsat Jakarta Barat pada Rabu (26/12/2018).

 

Ketika petugas mendatangi rumahnya pada Minggu (23/12/2018), Andi bersama keluarganya sedang berada di Indramayu, Jawa Barat.

 

“Jadi waktu itu orang Samsatnya nggak ketemu sama saya dan istri. Kemungkinan Rabu ini saya ke Samsat, jelasin sama petugas,” tuturnya.

 

Sebagai informasi, Tim Samsat Jakarta Barat bersama Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta melakukan penagihan pajak mobil mewah ke rumah Andi dan Aliyah pada Minggu (23/12/2018).

 

Petugas berencana untuk menagih tunggakan pajak mobil mewah Porsche Cayman yang tercatat atas nama Aliyah. Harga jual mobil tersebut berkisar di atas Rp 1 Milliar dengan pajak Rp 28 juta per tahun.

 

Akan tetapi saat itu petugas tidak dapat menjumpai Andi dan Aliyah lantaran mereka sedang berada di luar kota. Petugas pun rencananya akan kembali menagih tunggakan pajak tersebut pada Rabu (26/12/2018).

 

(red)

Reporter : Hamdi Putra

, , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *