Penegahan Barang ilegal Berupa bawang merah Oleh Mako Lanal Tbk

 

Bawang ilegal berhasil ditangkap (Foto: dwnews/ Aziz Maulana)

DiamondNews, Karimun – Tim Fleet One Quick Respons (F1QR) Lanal Tanjungbalai Balai Karimun menangkap Kapal KM. Riski Mulia, Tonage 06 GT yang diduga memuat bawang merah ilegal asal Malaysia.

Kapal yang mengangkut bawang merah asal Malaysia tersebut diamankan di Perairan Tambelas Kec. Meral Kabupaten Karimun, Selasa (25/12/2018).

Danlanal TBK Letkol Laut (P) Catur Yogiantoro mengatakan bahwa penangkapan kapal tersebut berawal dari adanya informasi Intelijen bahwa di Batu Pahat Malaysia ada kegiatan muat barang ilegal seperti bawang merah ke kapal pengangkutan yang akan dibawa ke Tanjung Batu Kundur.

Mendapat informasi tersebut, Lanal TBK langsung bergerak cepat dengan menerjunkan Tim F1QR untuk melakukan patroli laut di perairan Karimun.

“Dari hasil patroli laut di Perairan Karimun, anggota kita melihat ada satu kapal yang mencurigakan. Selanjutnya dilaksanakan prosedur pengejaran, penangkapan, dan penyelidikan. Sehingga dapat dilakukan pemeriksaan dan penggeledehan,” ujar Perwira yang sebelumnya pernah menjabat di Lanal Batam.

Setelah dilakukan pemeriksaan secara teliti ternyata kapal berlayar dari Batu Pahat Malaysia memuat barang yang termasuk larangan pembatasan tanpa surat ijin import dari Bea dan Cukai.

Diketahui nahkoda KM. Riski Mulia inisial MS dengan ABK 2 orang, sementara untuk hasil pemeriksaan muatan ditemukan bawang merah dikapal tersebut diperkirakan 500 karung @ 9 kg, 100 karung garam @ 40 kg, 6 kasur bekas, 85 buah ban bekas, 41 pacs kantong asoy, 20 karton soft drink dan barang campuran (pokok bibit durian, bunga anggrek, snack/kue dan bantal).

Dan nantinya seuruh barang bukti akan dilimpahkan Kepada pihak berwenang yaitu Kanwil DJBC Khusus Kepri. Para Abk Kapal tersebut telah terbukti melanggar Undang Undang No. 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan.

Saat ini kapal yang membawa barang-barang ilegal tersebut sudah diamankan di dermaga Mako Lanal Tbk untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

 

(red)

Reporter:  Aziz Maulana

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *