Laporan ke Ombudsman Kepri Selama 2018 Terbanyak dari Batam

(Foto: istimewa)

DiamondNews, Batam – Selama tahun 2018, Ombudsman Republik Indonesia perwakilan Kepulauan Riau telah menerima sebanyak 145 laporan masyarakat dari berbagai daerah. Melalui press release di Gedung Graha Pena batam Centre, Jumat (28/12/2018).

Laporan yang diterima Ombudsman terbanyak dari Batam, hal ini menunjukkan banyaknya masalah yang terjadi pada pelayanan public di Batam. Dari jumlah laporan tersebut, sebanyak 138 laporan telah diselesaikan dengan berbagai pembuktian, diantaranya adalah terjadinya dugaan mal adminitrasi.

Kepala Ombudsman RI perwakilan Kepri, Lagat Parroha PS mengatakan, dari berbagai penyelesaian atas dugaan mal adminitrasi tersebut pihaknya telah menutup laporan tersebut karena tidak terbukti. Ombudsman hanya memberikan saran untuk melakukan perbaikand an melakukan percepatan perbaikan pelayanan public. Sebagian besar permasalahan yang disampaikan substansinya adalah tentang pelayanan kependudukan dan kepolisian.

Selain dari Kota batam, laporan terbanyak berikutnya adalah dari Kota tanjungpinang, Kabupaten Bintan dan kanupaten Karimun. Untuk tingkat kepatuhan, selama tahun 2018 terdapat 3pemerintah daerah yang mendapatkan predikat zona hijau dengan nilai ditas 81.

Ketiganya adalah pemerintah provinsi Kepri, Kota Batam dan Tanjungpinang, sedangkan kabupaten Bintan dan kabupaten Karimun berpredikat zona kuning dengan nilai antara 51 hingga 80.

 

 

(red)

Reporter: Andri Sofyan

, , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *