Inggris Kesulitan dengan Krisis Identitas Pasca Brexit

DiamondNews, London – Perdana Menteri Inggris Theresa May berusaha mengubah citra Inggris setelah negara itu keluar dari Uni Eropa, tetapi mereka terpecah mengenai bagaimana negara itu memandang dirinya sendiri dan dimata negara lain pasca-Brexit. Perpecahan tersebut mengungkapkan negara yang terjerumus dalam krisis identitas.

Menteri Pertahanan Inggris, Gavin Williamson, seorang yang berkeinginan menggantikan PM Theresa May, mengingatkan kejayaan masa lalu kerajaan Inggris dan menyerukan pembukaan pangkalan militer baru di Timur Jauh dan Karibia untuk meningkatkan posisi Inggris ‘di panggung dunia dan “menjadikan Inggris pemain global sejati.”

“Ini adalah momen terbesar kita sebagai bangsa sejak akhir Perang Dunia Kedua, ketika kita bisa menata kembali diri kita dengan cara berbeda, kita benar-benar bisa berperan di panggung dunia sebagaimana harapan dunia terhadap kita,” kata Williamson dalam wawancara surat kabar baru-baru ini.

Namun, ia tidak bisa menjelaskan ketika didesak untuk menjelaskan tujuan pangkalan militer itu atau bagaimana hal itu berkaitan dengan perjanjian perdagangan untuk mengkompensasi kemungkinan penurunan perdagangan pasca-Brexit dengan Eropa, mitra dagang terbesar Inggris. Ia juga tidak menjelaskan bagaimana militer Inggris yang kekurangan dana seperti digambarkan oleh mantan kepala staf militer baru-baru ini sebagai “tidak lagi sepadan dengan tujuan,” bisa menanggung pangkalan-pangkalan baru.

Para menteri lain dalam pemerintahan Konservatif May yang berkuasa dan kurang berwawasan militer mengatakan, Inggris harus mencontoh Singapura dan mendukung pajak rendah, masa depan yang dideregulasi.

Menlu Inggris, Jeremy Hunt, kemungkinan seorang pengganti lainnya, ketika May akhirnya mundur atau digulingkan, ingin Inggris meniru Singapura, dengan mengatakan negara itu mengubah dirinya dari “wilayah kecil tanpa sumber daya alam menjadi negara terkaya kedelapan di dunia.”

Dalam lawatan tiga harinya di Asia, Hunt mengatakan, “Mungkin ada beberapa instruksi yang lebih baik selagi kita menciptakan masa depan pasca-Brexit kita.”

(red)

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *