Golkar Senang Nama Erwin Aksa Masuk Bursa Cawagub DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

Rizal Malarangeng (duduk, ke-tiga dari kiri) selaku Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta usai rapat bersama 9 anggota Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta dan Ketua DPD Partai Golkar seluruh DKI Jakarta di ruang Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta, Senin (7/1/2019). (Foto: istimewa)

DiamondNews, Jakarta – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar DKI Jakarta, Rizal Malarangeng mengungkapkan kegembiraannya atas munculnya nama Erwin Aksa, salah satu kader terbaik Partai Golkar yang disebut-sebut masuk dalam bursa Calon Wakil Gubernur (Wagub )DKI Jakarta.

 

Kegembiraan tersebut disampaikan Rizal Malarangeng kepada wartawan usai  memimpin rapat dengan 9 anggota Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta dan Ketua DPD Partai Golkar seluruh DKI Jakarta di ruang Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta, Senin (7/1/2019).

 

“Kami senang nama Erwin Aksa disebut-sebut sebagai salah satu Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta. Golkar dalam posisi pasif terkait proses pemilihan Wagub DKI. Kami menyerahkan mekanisme sesuai perundang-undang yang berlaku,” ujar Rizal Malarangeng.

 

Erwin Aksa, keponakan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dalam sebulan terakhir disebut-sebut laik menjadi Cawagub DKI mendampingi Gubernur Anies Rasyid Baswedan untuk menggantikan Sandiaga Salahuddin Uno yang maju menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres) mendampingi Capres Prabowo Subianto.

 

“Ya saya belum berkomunikasi langsung dengan Pak Erwin Aksa. Soal mau atau tidak urusan nanti, yang jelas nama beliau disebut masuk bursa, kami sudah gembira,” tutur Rizal Malarangeng.

 

Dalam kesempatan itu, Rizal Malarangeng juga menyampaikan sejumlah hal terkait catatan akhir tahun 2018 dan program kerja tahun 2019 Fraksi Partai Golkar DPRD DKI.

 

Secara khusus ia menyampaikan bahwa target Partai Golkar meraih 18 kursi di DPRD pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019.

 

“Saya sangat senang para caleg Golkar DPRD DKI  telah bekerja dengan baik, menyakinkan masyarakat untuk memilih dirinya dan partai pada pileg nanti. Mudah-mudahan target ini bisa dicapai,” ucap Rizal Malarangeng.

 

Tidak hanya itu, Fraksi Partai Golkar di DPRD DKI Jakarta yang dipimpin oleh Ashraf Ali juga menyoroti rendahnya serapan anggaran dalam APBD DKI Jakarta tahun 2018.

 

“Hingga akhir November 2018 serapan APBD DKI sebesar 60,48 persen dari anggaran sebesar Rp 83,26 triliun. Jika diperhatikan maka penyerapan itu mirip-mirip tahun lalu,” kata Ashraf Ali.

 

Menurutnya, rendahnya serapan anggaran tersebut disebabkan oleh adanya beberapa proyek pembangunan yang gagal lelang. Diantara SKPD yang masih rendah penyerapannya antara lain Dinas Bina Marga, Dinas Sumber Daya Air dan Dinas Pendidikan.

 

“Golkar berharap ke depannya para SKPD agar membuat perencanaan yang lebih matang dan lebih baik. Faktor lainnya adalah karena banyak SKPD yang dipimpin oleh Plt yang bisa saja mempengaruhi serapan anggaran karena kinerjanya tidak maksimal,” ungkapnya.*

 

 

(red)

 

Reporter : Hamdi Putra

 

, , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *