Air Limbah Lele Jadi Pupuk Buah Kurma di Pessel

(Foto: dwnews)

DiamondNews, Padang –  Formula pupuk organik cair yang cocok untuk tanaman import berhasil ditemukan pasangan suami istri asal Kecamatan Batang Kapas , Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) , Sumatera Barat (Sumbar).

Pupuk tersebut berasal dari air limbah kolam lele, hasil kolam budidaya mereka.

Reviandi (Andi) dan Syahrefa (Efa) , warga Kampung Sungai Pampan, Dusun Koto Baru, Nagari (Desa Adat) Koto Nan Tigo Ampek Koto Hilie.

Andi, kesehariannya merupakan pembudidaya lele sistem biofrog organic, sedangkan Efa, hobby bercocok tanam.

Perpaduan inovasi serta kegigihan pasangan ini, menjadikan halaman rumah sebagai tempat menumpahkan ide-ide kreatif.

Melihat semangat berinovasi  ini, Tim Pendamping Inovasi Desa (TPID) setempat , menyokong penuh kegiatan pasutri tadi.

Beragam bibit tanaman import pun dibantu, seperti Kurma Ajwa, Green Yordan, Brown Turkey, dan lainnya diberikan untuk diuji coba.

Keberhasilan pasutri ini dalam berinovasi , ikut mengharumkan nama kecamatan Batang Kapas.

Ini dibuktikan dengan banyaknya pengunjung datang ke kebun kecil mereka, untuk melihat secara langsung hasil penemuan inovasi pupuk cair organik asal limbah lele tersebut.

Hamdi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk , dan Keluarga Berencana Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat , mengaku bangga dengan adanya temuan inovasi pupuk cair tersebut.

“Apalagi, bisa digunakan ke tanaman import, seperti kurma ajwa, dan lain-lain,” katanya.

Kedepannya, terang dia, temuan hasil inovasi dari Syahrefa ini akan kita dorong untuk dikembangkan.

Terutama, untuk melakukan komunikasi intensif ke pihak dinas terkait.

 

“Harapannya, adanya arahan yang tepat dari pihak terkait tentang temuan tadi, khususnya apa yang akan dikembangkan, demi kesempurnaan hasilnya menjadi pupuk cair dari air limbah lele,” kata Hamdi.

(red)

,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *