Napi Lakukan Penganiayaan Dilatar Belakangi Masalah Hutang Piutang

(Foto: Humas Polda Kepri)

DiamondNews, Tanjungpinang – Suasana Lapas Klas II A Tanjung Pinang yang berlokasi di Desa Gunung Kijang Kec. Gunung Kijang mendadak ramai, Kamis (10/01/2019) sore.

Seorang napi binaan yang diketahui bernama Muslem alias Lem, umur 28 tahun, penghuni Blok E No. 2 menjerit kesakitan sambil memegang dada kirinya yang berlumuran darah.

Diketahui korban mengalami luka sayat diakibatkan benda tajam menyerupai pisau yang dilakukan rekannya sesama napi bernama Herwan alias Iwan, umur 36 tahun yang merupakan penghuni Blok C No. 2.

Pasca kejadian tersebut rekan korban bernama Ridho Siregar membawa korban ke ruangan penjagaan Lapas dan menginformasikannya kepada petugas jaga.

Dari interogasi yang dilakukan oleh Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Yudha Suryawardana, menjelaskan bahwa korban saat itu berada di koridor Lapas dan dipanggil oleh tersangka.

Pada saat korban mengobrol dengan tersangka dan dalam kondisi lengah, tanpa diketahui tersangka menghujamkan benda tajam kearah dada korban namun sempat ditangkisnya sehingga menimbulkan luka sayat dengan panjang 3 Cm.

“Sehubungan kejadian ini murni merupakan tindak pidana penganiayaan, maka kami akan menindak lanjutinya” ujar Kasat Reskrim.

“Terkait dengan kejadian tersebut, penanganan kasus ini kami limpahkan ke Unit Reskrim Polsek Gunung Kijang” pungkas AKP Yudha.

Sementara itu ketika dikonfirmasi oleh media ini Kapolsek Gunung Kijang melalui Kanit Reskrim Aiptu Edward Lamhot Manik menjelaskan penanganan kasus ini ditangani oleh Polsek Gunung Kijang sesuai dengan locus delicty perkara dimaksud.

“Tersangka masih ditahan di Lapas karena menjalani hukuman sebelumnya, sementara korban sempat dirawat di RSUP Tanjung Pinang akibat luka yang dialaminya dan sekarang ini telah kembali dan dirawat di klinik Lapas” ujar Kanit Reskrim.

“Penyebab tindak pidana masih kami dalami, namun sementara ini dari keterangan tersangka permasalahan dilatarbelakangi hutang piutang pribadi antar kedua napi yang belum diselesaikan” tutup Aiptu EL. Manik.

 

(red)

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *