Jangan Lupakan Guru Honorer: Presiden Jokowi Punya Empati Saat Pilpres

 

 

(Foto: dwnews)

DiamondNews,  Sumbawa – Kata Presiden Jokowi: “Saya tidak mendengar dan tidak pernah tau ada gaji Guru Honorer yang sampai dapat puluhan ribu hingga 300.000-an.” Presiden Joko Widodo mengaku sempat tidak percaya saat ini masih ada guru yang digaji hanya Rp 300.000 per bulan.

 

Masih banyak guru yang berpenghasilan hanya Rp 300.000 per bulan. “Tadi saya dengar dari Pak Ketua (PGSI), ada yang gajinya Rp 300 ribu – Rp 500 ribu. Di dalam hati saya tidak percaya, tetapi kalau yang ngomong Pak Ketua ya saya harus percaya bahwa memang masih ada,” kata Jokowi.

 

Jokowi pun berjanji akan menyelesaikan persoalan sertifikasi dan inpassing yang membuat para guru mendapatkan gaji minim. “Saya enggak tahu kenapa enggak rampung, problemnya ada di mana. Mungkin ada yang bisa maju dan cerita, blak-blakan saja. Ada di sini yang belum dapat sertifikasi?” tanya Jokowi.

 

Para guru yang belum mendapat sertifikasi pun menjawab dan jumlahnya cukup banyak. “Nanti saya cek betul masalahnya. Kalau hanya terkait peraturan menteri atau SK dirjen, itu lebih mudah,” kata Presiden.

 

Artinya, Presiden Jokowi selama ini tidak berusaha menyelsaikan persoalan Guru Honorer yang tertindas. Sebagai seorang Presiden sangat disesalkan perkataanya seperti itu yang tersiar diberbagai media dan dibaca oleh kalangan pendidik dan masyarakat kecil yang memiliki anaknya Guru Honorer.

 

0,Sementara, Presiden Joko Widodo berempati hanya pada saat pilpres. Padahal janji kepada Guru Honorer pada tahun 2014. Berarti tahun 2014 sudah memahami masalah, bukan lagi pura-pura tidak paham.

 

Tetapi, berbeda dengan capres lain yang mengurai keprihatinannya. Calon Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno, Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02, menerima keluhan perwakilan guru honorer di Jember yang dilansir dari unggahan di akun Instagramnya, @sandiuno, pada Senin (26/11/2018).

 

Perwakilan guru honorer itu juga mengeluh gaji para tenaga honorer yang teramat kecil. Selama ini guru-guru itu honornya ya sekitar hanya 200 sampai 500 (ribu), tapi kenyataannya selama ini guru tidak diperhatikan. Ternyata guru-guru honorer dengan pasangan Capres – Cawapres Nomor 02 sudah tanda tangan komitmennya.

 

Sandiaga Uno, katakan: “Insya Allah bahwa di bawah Prabowo-Sandi guru-guru, pahlawan tanpa tanda jasa ini, kita berikan kesejahteraan yang lebih baik dan peningkatan statusnya juga akan kita pikirkan. Jadi tidak layak lagi gajinya cuma 200 sampai 500 ribu. Pendidik (guru) merupakan salah satu aspek yang terpenting dalam pendidikan. Guru sebagai pendidik merupakan suatu amanah yang sangat berat untuk dilaksanakan.

 

Dikatakan berat, karena guru harus bisa membimbing dan mengarahkan peserta didiknya ke arah yang positif dan lebih baik, dari semua aspek yang ada pada peserta didik baik dari segi kognitif, afektif, dan psikomotorik.

 

Seorang guru bisa mengemban amanah sebagai pendidik dengan baik, apabila ia mengerti akan berbagai teori yang menyangkut dirinya yang bertugas sebagai guru. Dalam Islam: pendidik bertanggung jawab terhadap perkembangan anak didik: memberi bimbingan, baik jasmani dan rohaninya agar mencapai kedewasaannya.

 

Pendidik bertanggung jawab terhadap semua aspek. Tentu Gurunya terlebih dahulu harus; mempunyai sifat taqwa,.kasih sayang dalam tugas, kuat hadapi tugas, masalah, dan segala yang ada dalam proses pendidikan. Tambah lagi harud jujur, baik kepada anak didiknya, seluruh penduduk sekolah, dan orang lain.

 

Tugas lain dari Guru yang lebih penting: penyampai ilmu, pembimbing bagi seluruh anak didiknya dan bagi semua masyarakat luas, penjaga (pemberi peringatan) bagi murid, keluarga, dan lainnya. Guru juga dituntut untuk bisa membentuk karakter anak didik agar mempunyai tingkah laku (moral) yang baik yang sesuai tuntunan agama.

 

Atas dasar spirit itu, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memiliki program untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Yang berencana menaikkan gaji guru berstatus PNS dan mengangkat guru honorer sebagai PNS tanpa dibatasi usia maksimal 35 tahun. Upaya untuk mewujudkan itu terlebih dahulu revisi UU ASN.

 

Hal diatas tentu kepeduliannya terhadap seorang guru (pendidik) agar senantiasa tidak henti-hentinya untuk mengamalkan segala ilmu yang telah didapatkannya serta mentransfer segala pengetahuan yang ada kepada semua anak didik, dan masyarakat. Tentu ditunjang oleh kesejahteraan yang harus mereka dapatkan.

 

Apalagi terdapatnya semboyan Guru yang sangat poluler di kalangan masyarakat adalah Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Semboyan ini memiliki arti bahwa setiap diri kita harus memiliki ketiga sifat tersebut agar dapat menjadi insan yang berkarakter. Artinya adalah di depan memberi teladan, ditengah memberi semangat, dan dibelakang memberi dorongan.

 

Maka spirit Guru harus menjadi pemicu untuk diperhatikan dan diberikan kesejahteraan karena mereka merupakan akar peradaban yang dirancang-bangun atas berbagai pengalaman. Ketika murid belajar mengenai ilmu alam berarti Guru paparkan secara langsung kepada fenomena alamiah. Begitu juga, dasar konseptual yang sama juga diterapkan kepada cabang ilmu lain, sosial-humaniora, matematika, dan bahkan seni budaya.

 

Mengutif puisi berjudul “Jasa Guru Tiada Tara” yang terbit pada, 11 Februari 2018, berbunyi:

 

Dibalik hidupnya yang sederhana, tutur katanya lembut dan bersahaja, guru mengajarkanku segalanya, dan tanpa pamrih semua jasa-jasanya….

 

Guruku menerjang tembok kehidupanku, menembus dinding kebutaanku akan ilmu, mengajarkan ketulusan hakikat kehidupan yang tabu, menyelamatkan paradigmaku dalam ambigu….

 

Guru….

Ucapanmu telah menyihir sistem syaraf otak, merubah perbuatan buruk dengan kebaikan ahlak, duniakupun tak pernah menolak, apalagi ragaku tidak sedikitpun menolak!

 

Aku menemukan hakikat kehidupan dari seorang guru, guru spiritual dalam imagiku, penuntun langkah pada tindakanku, sujud baktiku padamu guru….

 

Kini….

Aku tahu bagaimana kehidupan, aku merasakan hidup masa depan penuh kebahagiaan, kurajut makna hidup yang dulu kau bicarakan, hari ini semua menjadi kenyataan

Terimakasihku untukmu guru….

 

Dari kata sahaja kurangkai untukmu, berucap kasih atas jasamu, semoga Tuhan membalas semua perbuatan dan keikhlasanmu terhadap murid-muridmu…. Aminn

 

Selamat hari Guru Nasional, 25 November 2018, semoga kedepan menjadi benteng perubahan bangsa dan negara. Semoga kedepan, siapapun Presidennya tidak melupakan Hari Guru Nasional dan mengangkat derajatnya: Kesejahteraan dari negara.

 

(red)

Bonto Tarano

,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *