Longsor di TPA, Buat Batam Tak Raih Adipura

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Herman Rozie (Foto: Humas Pemko Batam)

DiamondNews, Batam – Tahun ini Batam tak mendapat piala maupun piagam Adipura. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Herman Rozie mengatakan hal ini terjadi karena longsor yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telagapunggur akhir 2017 lalu.

“Adipura kemarin ini adalah penilaian 2017 yang seharusnya diserahkan pertengahan tahun lalu. Tahun 2017 itu terjadi longsor di TPA sehingga bak lindi tertimbun,” kata Herman di Batam Centre, Rabu (16/1).

Bak lindi yang tertimbun longsoran sampah membuat penilaian Adipura menjadi 0 untuk lokasi TPA. Karena dianggap tidak ada pengolahan air lindi dari tumpukan sampah.

“Padahal penilaian untuk TPA itu paling besar komponennya,” kata dia.

Komponen penilaian lainnya antara lain pasar, sekolah, jalan arteri, saluran terbuka, hutan kota, pohon peneduh. Lokasi penilaian diacak setiap tahunnya.

Tapi ia optimis Batam bisa kembali meraih Adipura seperti tahun-tahun sebelumnya. Berbagai upaya dilakukan untuk menciptakan lingkungan kota yang bersih.

Tahun lalu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sudah membangun bak pengolahan air yang baru di TPA Telagapunggur. Anggaran sebesar Rp 23 miliar digelontorkan untuk membuat sel baru tersebut.

Sel baru ini berdiri di atas lahan 2,4 hektare, dengan ketinggian 30 meter. Dan diperkirakan mampu menampung sampah rumah tangga hingga 7-10 tahun.

Tak hanya pemerintah, Adipura ini juga bisa diraih apabila masyarakat turut berperan menjaga kebersihan kota. Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan fasilitas umum juga menjadi faktor penting.

“Masih ada masyarakat yang buang sampah di sembarang tempat, bahkan di bawah tulisan larangan buang sampah. Kebersihan toilet taman, terminal pelabuhan juga diperhatikan. Serta kesadaran menjaga taman juga sangat kurang. Banyak taman yang sudah dibangun lalu dirusak oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab,” ujar Herman.

Faktor lain yang juga menjadi sorotan adalah minimnya masyarakat yang memilah sampah dari rumah. Pemilahan sampah antara organik dan an organik belum banyak dilaksanakan di Batam.

“Ke depan mari bersama-sama, baik pemerintah maupun masyarakat, bekerja keras untuk menjaga lingkungan dan fasilitas umum tetap bersih. Adipura bukan tujuan tapi bersih dan rapi itu untuk kenyamanan kita semua. Kalau dengan itu dihargai dengan Adipura syukur alhamdulillah. Tapi kalaupun tak dapat, paling tidak kita memiliki kenyamanan tinggal di Kota Batam. Jadi ayo bersama kita bisa, BataMilik Kita,” pungkasnya.

 

(red)

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *