Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad Resmikan Taman Tuah Melayu

Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad Menyampaikan Kata Sambutan Peresmian Taman Tuah Melayu, Kamis (17/1). (Foto: Humas Pemko Batam)

DiamondNews, Batam – Kebutuhan anggaran untuk pembangunan di Kota Batam mencapai Rp 10 triliun. Angka ini didapat dari usulan masyarakat mulai tingkat RT/RW. Namun dari total kebutuhan tersebut, Pemerintah Kota Batam hanya bisa membangun sebagian, disesuaikan dengan kemampuan APBD setiap tahunnya. Tahun ini, APBD Kota Batam ditetapkan sebesar Rp 2,8 triliun.

Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengatakan kebutuhan pembangunan ini bisa terpenuhi bila seluruh pemangku kepentingan ikut membantu Pemko Batam. Misal badan usaha yang ada di Batam menyalurkan dana Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) untuk pembangunan fasilitas publik.

“Butuh sinergitas, kolektivitas, support (dukungan) pemangku kepentingan daerah untuk memenuhi ekspektasi, usulan masyarakat. Karena itulah kita buka selebar-lebarnya bagi rekan-rekan pemangku kepentingan yang tergabung dalam Forum CSR. Mudah-mudahan bisa membantu Pemko Batam. Paling tidak mensinergikan program yang sudah kita desain dengan yang Bapak rencanakan. Kalau seluruh pemangku kepentingan bersama, insya Allah masalah bisa terurai, terselesaikan,” kata Amsakar dalam peresmian Taman Tuah Melayu, Kamis (17/1).

Taman Tuah Melayu merupakan satu contoh sinergitas Pemko Batam dengan badan usaha, dalam hal ini PT Perusahaan Gas Negara (Tbk.). Taman dibangun dengan menggunakan dana TSP atau corporate social responsibility (CSR). Amsakar berharap pembangunan taman ini bisa menjadi model bagi badan usaha lain untuk penyaluran TSP perusahaannya.

Asisten Ekonomi Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batam, Pebrialin mengatakan pada 2018 ada empat perusahaan yang sudah bersinergi dengan Pemko Batam dalam penyaluran CSR. Yakni PT PGN dalam pembuatan mural dan taman. Kemudian Batam Shipyard and Offshore Association (BSOA) yang memberikan boat pancung lengkap dengan mesin untuk mengangkut sampah di Kelurahan Pulau Buluh.

Selanjutnya PT Adhya Tirta Batam dalam bidang pendidikan dan sosial. Serta Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepulauan RIau berupa pemberian modal kerja bagi koperasi Batik Batam Madani, dan pengembangan pertanian terintegrasi di Yayasan Bukit Bismillah.

“Program TSP atau CSR Kota Batam meliputi bidang ekonomi, sosial, budaya, kemudian infrastruktur, kesehatan masyarakat, lingkungan hidup, pendidikan dan pelatihan. Informasi lengkap bisa dilihat di website tsp.batam.go.id,” kata Pebrialin.

 

(red)

 

Tinggalkan Balasan