Kisah Samburang Latowa: Listrik Gratis Untuk Veteran Hutan

Rusdianto Samawa (Foto: dwnews)

DiamondNews, Muer Plampang, Tana Bulaeng Samawa – Mengapa Veteran Hutan?. Ada cerita menarik dari judul diatas. Awalnya, jodoh dipertemukan oleh waktu atas program listrik Gratis Rusdianto Center. Seorang Adi Sulfikar biasa disapa Bung Aden menelpon saya. Aden kapasitasnya sebagai Direktur Eksekutif Rusdianto Center.

 

Bung Aden menelpon, ketika itu masih di Jakarta, tepatnya di Markaz Bruga Nijang Plaza Indonesia. Telpon pada jam 21.22 waktu Jakarta. Artinya kalau di Sumbawa sudah jam 23.22.

 

Aden komunikasikan kondisi rumah panggung milik Samburang Latowa. Kondisinya sangat perihatinkan. Samburang tinggal bersama anak laki-lakinya. Kemudian, Aden memberikan gambaran lain atas kehidupannya. Termasuk soal sandang, pangan, dan papan. Intinya sangat miris sekali.

 

Kemudian, aku sendiri menjawab: “silahkan difoto rumahnya, kondisi sekitar, KTP hingga jumlah pendapatan. Lalu segera dikirim, supaya secepatnya kena listrik Gratis..” Kataku kepada Bung Aden.

 

Kemudian, Bung Aden sendiri, secara aktif komunikasikan dengan saudaranya yang di Dusun Latowa, Desa Ongko Kec. Empang, bahwa listrik Gratis dari Rusdianto Center akan segera direalisasikan.

 

Setelah 7 hari berlalu, pasca komunikasi. Listrik Gratis Rusdianto Center terrealisasi untuk pemasangan listrik rumah Samburang di.Latowa.

 

Masyarakat Latowa begitu kaget masuk listrik Gratis. Samburang juga begitu. Betapa tidak, dari tahun ke tahun janji tinggal janji dari pemerintah tak diperhatikannya. Rusdianto Center sangat tegas dan penuh dedikasi untuk merealisasikannya.

 

Pada bulan lalu, listrik Gratis dipasang. Kemudian, setelah mendarat di Sumbawa Bandara Sultan Kaharuddin IV dari Jakarta pada 15 Desember 2018, saya sempatkan datang kerumah Samburang di Latowa. Saya datang hanya sekedar ingin mengerti dan tau bagaimana kehidupan Samburang yang sebenarnya.

 

Kemudian, aku berangkat ke Latowa bersama Bung Aden dan Kanda Mek (saudara kandung Bung Aden). Tiba dirumah Samburang pada sore hari sekitar pukul 16.30.

 

Aku menanyakan langsung Samburang. Mulai soal rumah yang sederhana, umur, ekonomi hingga menjadi petani serta veteran hutan atau penyinso kayu hutan secara illegal.

 

Kisah menariknya yang berbekas di Samburang adalah ketika datang seorang Baijuri Bulkiah ke rumahnya untuk menangkap samburang karena telah menebang kayu secara illegal. Waktu itu sekitar tahun 90-an.

 

Baijuri Bulkiah sebagai panglima polisi kehutanan datang kerumah Samburang untuk menasehati, bukan menangkap. Sehingga Samburang sangat mengenalnya dan berterima kasih kepada Baijuri Bulkiah.

 

Pertemuan singkat bersama Samburang, sangat berkesan. Segala nasehat, saran dan kritik aku temukan. Semoga dengan terima listrik dari Rusdianto Center dapat menjadi berkah dan amal jariyah. Amien.

By: Rusdianto Samawa, Ketua Umum Front Nelayan Indonesia (FNI)

(red)

 

 

, , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *