Dana Desa di Kepri Naik Jadi Rp 260 Miliar

Drs. Sardison, M.TP, Kadis PMD Dukcapil Provinsi Kepri berharap meningkatnya dana desa dapat meningkatkan perekonomian masyarakat desa di Kepri. (Foto: Diskominfo Kepri)

DiamondNews, Tanjungpinang – Pada 2019 ini desa di Kepri menerima kenaikan dana desa. Tak tanggung-tanggung, kenaikan dana desa sekitar Rp 39 miliar. Diharapkan kenaikan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Kenaikan ini terjadi secara nasional, dari Rp 60 triliun pada 2018 menjadi Rp 70 triliun pada 2019 ini. Di Kepri kenaikan dana desa sekitar Rp 39 miliar. Hampir semua desa naik, dengan kenaikan bervariasi,” ujar Drs. Sardison, M.TP, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Kepri, Rabu (23/1).

Saat ini di Kepri terdapat 275 desa. Terbanyak berada di Lingga dan Natuna, masing-masing 75 dan 70 desa. Dengan alokasi dana desa sebesar Rp 260 miliar. Naik sebesar 18 persen dari 2018 yang sebesar Rp 221 miliar.

Alokasi dana desa dialokasikan berdasarkan tiga komponen penilaian. Komponen dasar yaitu sekitar 73 persen dari total dana desa dibagi rata ke seluruh desa di Indonesia. Sisanya dibagi untuk komponen formula dan afirmasi.

Formula dinilai berdasarkan jumlah penduduk, luas wilayah, jenis desa dan indeks kesulitan secara geografis. Sedangkan afirmasi diperuntukan bagi desa khusus, yaitu bagi desa yang dinilai tertinggal dengan banyak penduduk miskin.

“Desa di Kepri tidak ada yang dapat dana afirmasi ini. Desa tertinggal ada, tapi jumlah penduduk miskinnya dibawah rata-rata nasional,” tambah Sardison. Kenaikan dana desa tersebut tidak berhubungan dengan kenaikan gaji perangkat desa pada 2019 ini.

Pasalnya gaji perangkat desa tidak termasuk dalam anggaran dana desa. “Kalau gaji perangkat desa itu dibebankan di ADD (alokasi dana desa), yaitu 10 persen dari DAU (dana alokasi umum) dan DBH (dana bagi hasil) dibagi ke desa,” jelas Sardison.

Sedangkan dana desa dapat dimanfaatkan untuk infrastruktur seperti peningkatan kualitas perencanaan. Dapat juga dimanfaatkan bagi peningkatan sumber daya manusia seperti aparatur desa, hingga untuk peningkatan pemberdayaan ekonomi desa.

 

(red)

Tinggalkan Balasan