Polisi Amankan TKI Ilegal Yang Akan Berangkat ke Malaysia

(Foto: Humas Polres Bintan Utara)

DiamondNews, Bintan – Jajaran Satuan Reskrim Polres Bintan dan Unit Reskrim Polsek Bintan Utara berhasil mengamankan lima orang calon TKI yang diduga akan menyeberang ke Malaysia, Jumat malam (25/01/2019)

Kelima calon TKI itu diamankan disebuah pinggiran sungai hutan mangrove dalam kawasan wisata Kp. Sungai Kecil Desa Sebong Lagoi Kec. Teluk Sebong.

Calon TKI yang diamankan berjenis kelamin laki-laki dengan identitas Lalu Abdul Afif, Saini dan Muhamad Suryawan yang merupakan warga dari Kab. Lombok Timur Prov. Nusa Tenggara Barat serta Randi dan Habibi yang berasal dari Kab. Indragiri Hilir Prov. Riau.

Bersama dengan calon TKI tersebut ikut juga diamankan satu orang yang diduga sebagai penyalur TKI atas nama AM berikut barang bukti berupa satu unit mobil Toyota Avanza warna hitam No. Pol BP 1837 TW.
Dari pengembangan polisi mendapatkan tersangka lainnya yakni CBW, SF, EF dan JH.

Pengungkapan kasus penyelundupan TKI ilegal  berasal dari informasi  masyarakat terkait adanya kegiatan pemberangkatan TKI illegal dari pinggiran sungai di kawasan hutan mangrove Kp. Sungai Kecil Desa Sebong Lagoi Kec. Teluk Sebong.

Jajaran Reskrim Polres Bintan dan Polsek Bintan Utara melakukan penyelidikan dan terbukti pada hari Jumat malam (25/01/2019), polisi mendapati TKI illegal yang akan berangkat ke Malaysia yang berjumlah lima orang dengan menggunakan sarana angkutan motor boat fiber.

Kelima calon TKI illegal dibawa dari Batam menggunakan angkutan mobil Toyota Avanza No. Pol BP 1837 TW, kemudian menyeberang ke Pulau Bintan tepatnya di Tanjung Uban menggunakan jasa kapal penyeberangan Ro Ro, dan direncanakan akan diberangkatkan ke Malaysia melalui pelabuhan ilegal yang berada di kawasan hutan mangrove Kp. Sungai Kecil Desa Sebong Lagoi Kec. Teluk Sebong.

Saat ini kasus tersebut masih dalam penyidikan Sat Reskrim Polres Bintan dan Unit Reskrim Polsek Bintan Utara.

Dari hasil penangkapan ini polisi menyita barang bukti yang berhasil berupa satu unit motor boat, satu unit mobil Toyota Avanza warna hitam BP 1837 TW, lima unit handphone, tiga buah paspor, satu lembar tiket dan uang tunai sejumlah Rp 4.650.000.

“tersangka kami kenakan Pasal 81 Undang Undang No.18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia juncto Pasal 55 KUHP yang berbunyi orang perseorangan yang melaksanakan penempatan pekerja migran Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69 dipidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp.15.000.000.000 (lima belas milyar rupiah)” ujar Kapolsek Bintan Utara Kompol Arbaridi Jumhur, SH

 

 

(red)

 

 

 

 

, , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *