Bayar Zakat di UPZ Hemat Waktu

(Foto: Novyana/Diskominfo)

DiamondNews, Tanjungpinan – Tak sedikit karyawan Pemprov Kepri yang memilih membayar zakat melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Pemprov Kepri. Pada 2018 lalu UPZ Pemprov Kepri berhasil mengumpulkan zakat sebanyak Rp 1,65miliar.

“Ada 31 UPZ di Pemprov Kepri dengan jumlah muzaki atau pembayar zakat sebanyak 895 orang. Pada 2018 lalu terkumpul Rp 1,65 miliar dari UPZ Pemprov Kepri,” ujar H. Mustamin Husain, Ketua Baznas Provinsi Kepri, Rabu (30/1).

UPZ tersebut dikukuhkan pada Oktober 2016 lalu, untuk memudahkan karyawan di lingkungan Pemprov Kepri untuk membayar zakat. Tak perlu repot, pengurus UPZ yang berada di OPD (organisasi perangkat daerah) langsung menghitung jumlah zakat yang harus dibayarkan berdasarkan penghasilan, serta menyetorkan zakat ke Baznas Provinsi Kepri.

“Yang jelas kalau kita bayar di kantor, hemat waktu. Tak perlu mikir-mikir lagi,” ujar Andi, karyawan Pemprov Kepri. Hal yang sama juga dirasakan Ika yang sudah membayar zakat di OPD sejak 2011. “Pusing kalau harus hitung-hitung lagi. Kalau bayar di kantor kan enak langsung dipotong dari gaji,” sebut Ika.

Metode pembayaran zakat ini sempat dipuji oleh Direktur pemberdayaan zakat Kemenag RI, Tarmizi Tohor saat menghadiri pelantikan pengurus unit pengumpulan zakat (UPZ) Pemprov Kepri, Jumat (9/10/2016).
Tohor mengaku baru menemukan pengurus UPZ dari setiap SKPD ini di Provinsi Kepri. Daerah lain di Indonesia hanya memiliki pengurus UPZ tingkat kabupaten, kota dan provinsi saja.

 

(red)

,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *