Polda Kepri Berhasil Ungkap Kasus Pemerasan Melalui Media Sosial

Konferensi Pers Polda Kepri (Foto: Humas Polda Kepri)

DiamondNews, Batam – Polda Kepri berhasil mengungkap kasus pemerasan melalui media sosial, yang dirilis saat konferensi pers Selasa (29/1).

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. S. Erlangga mengungkap bahwa kejadian bermula dari korban berinisial KAM yang berkenalan dengan tersangka berinisial EW (36), di media sosial Facebook yang mana tersangka menggunakan nama samaran sekitar bulan Juli 2018.

“Kemudian antara korban dengan tersangka menjalin hubungan dan komunikasi melalui media panggilan telepon, panggilan video dan pesan whatsapp,” jelas Kabid Humas Polda Kepri.

Ia menambahkan, sekitar pertengahan bulan Agustus 2018, korban memenuhi permintaan tersangka untuk memperlihatkan alat kelaminnya pada saat melakukan panggilan video yang mana selanjutnya tersangka melakukan pemerasan dan pengancaman terhadap korban sebesar Rp. 32.300.000.

“Sementara telah diamankan barang bukti berupa satu unit handphone, satu akun whatsapp dan satu bundle rekening koran milik korban,” tambahnya.

Atas perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 45 ayat (4) Undang-Undang Republik nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Rumah Indonesia 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi Elektronik Jo pasal 27 ayat (4) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan/atau pasal 369 ayat (1) pasal 5 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

 

(red)

 

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *