Dana Zakat Kirim Mahasiswa ke Mesir dan Taiwan

Baznas Provinsi Kepri membantu biaya pendidikan mahasiswa dari keluarga yang tidak mampu. (Foto: Diskominfo/Novyana)

DiamondNews, Tanjungpinang – Tak terhitung orang yang telah terbantu dengan dana zakat umat. Pada tahun 2017 dan 2018 lalu sejumlah mahasiswa berhasil berangkat menempuh pendidikan ke Taiwan dan Mesir, menggunakan dana transportasi dari zakat.

 

“Penyaluran dana zakat tidak bisa sewenang-wenang. Sesuai Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 60, ada delapan golongan yang berhak menerima zakat. Yaitu fakir, miskin, mualaf, hamba sahaya, orang yang berjuang di jalan Allah, ibnu syabil dan orang yang menanggung utang,” ujar H. Mustamin Husain, Ketua Baznas Provinsi Kepri, Rabu (30/1).

 

Membantu biaya pendidikan masyarakat yang tidak mampu juga menjadi perhatian khusus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kepri. Pada 2019 ini Baznas Provinsi Kepri membantu 120 orang mahasiswa tidak mampu, untuk tetap melanjutkan pendidikan.

 

Tak asal memberikan bantuan dana, Baznas Provinsi Kepri juga membina mahasiswa tersebut. “Setiap minggu kami mengadakan pembelajaran tentang agama. Alhamdulillah dari 200 sampai 300 mahasiswa yang kami bina, dari IPK (indeks prestasi kumulatif) dua koma, menjadi tiga koma,” jelas Mustamin.

 

Para mahasiswa tersebut juga akan turun tangan menjaga counter Baznas Provinsi Kepri saat Ramadhan. Jika ada bencana, mahasiswa juga turun untuk membantu mengumpulkan bantuan. Dana zakat juga sempat mengantar beberapa mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan keluar negeri.

 

Tiga orang mahasiswa pada 2017 dan empat orang lainnya pada 2018 berhasil melanjutkan pendidikan sambil bekerja di Taiwan, berkat dana transportasi dari zakat. “Dari dana zakat dibantu biaya transportasinya. Sekarang mereka kuliah sambil bekerja dengan gaji sekitar Rp 7 juta sebulan,” ungkap Mustamin.

 

Empat orang mahasiswa peraih beasiswa ke Mesir juga berhasil berangkat berkat dana zakat. “Dua orang pada 2017 dan dua lagi pada 2018 berangkat ke Mesir juga transportasinya dari zakat. Mereka dapat beasiswa dari Kementerian Agama tapi tidak ada biaya trasportasi,” sebut Mustamin.

 

Memang disamping menyalurkan zakat untuk kebutuhan sehari-hari seperti bahan makanan, Baznas Provinsi Kepri mengedepankan pembinaan yang berkelanjutan. Mulai dari pelatihan hingga membiayai pendidikan.

 

“Orangtuanya susah, jangan sampai anaknya juga susah. Kita mau anak-anak tetap sekolah. Juga ada pelatihan bagi yang ingin berusaha. Sekarang di Batam ada binaan Baznas yang sudah bisa import karangan bunga. Mereka dilatih selama tiga bulan,” ungkap Mustamin.

 

Dana zakat memang memberi manfaat tidak hanya bagi penerima saja, tapi juga pembayar zakat. Selain pahala serta mensucikan harta seperti yang dijanjikan Allah, juga bisa mendatangkan ketenangan jiwa. “Kami di Baznas selalu mendoakan para pembayar zakat. Saya dalam doa juga selalu mendoakan para pembayar zakat,” ujar Mustamin

 

(red)

, ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *