Tekankan Pentingnya Perlindungan Anak dan Perempuan, Devita Prihartini Disambut Hangat Warga Matraman

Devita Rusdi alias Prihartini saat bersosialisasi dan menjaring aspirasi warga Matraman, Jakarta Timur, Kamis (31/1/2019). (Foto:dwnews/Hamdi Putra)

DiamondNews, Jakarta – Artis sekaligus aktivis cantik Devita Rusdi alias Devita Prihartini menekankan pentingnya pemenuhan hak dan perlindungan terhadap kaum perempuan dan anak demi menciptakan ketahanan keluarga dan bangsa yang kuat di era millenial saat ini.

 

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPD Perempuan Peduli Keadilan (PPK) DKI Jakarta tersebut saat bersosialisasi dan menjaring aspirasi dari warga di sejumlah RT dan RW di Matraman, Jakarta Timur, pada Kamis (31/1/2019).

 

“Melindungi anak-anak kita adalah hal yang paling penting. Pada era digital dan media sosial yang berkembang pesat ini, informasi positif dan negatif dengan cepat merasuki anak-anak kita. Bagaimana caranya agar mereka tidak terkontaminasi? Tentunya kita harus memberikan pembekalan berupa pemahaman soal etika, tata pergaulan dan batasannya,” ujar Devita Prihartini.

 

Sepanjang penilaiannya, banyak sekali dijumpai orangtua yang memberikan full accses kepada anak-anaknya untuk menggunakan gadget tanpa adanya pengawasan. Meski hanya bermain game, tapi game-game tersebut ada yang mengandung unsur pornografi dan kekerasan yang belum pantas dilihat oleh anak-anak.

 

“Angka kekerasan terhadap anak dan perempuan, anak dan perempuan menjadi korban di DKI Jakarta itu masih tinggi, secara nasional juga. Walaupun ada lembaga-lembaga seperti KPAI, Komnas HAM, Komnas Perempuan dan organisasi-organisasi lainnya, tidak akan dapat berbuat banyak tanpa adanya peran dari orangtua dan keluarga,” ucap Devita Prihartini.

 

Walau demikian, bukan berarti orangtua mengekang atau bahkan menutup anak-anak dari segala informasi yang ada dan sedang berkembang di masyarakat. Ia mengatakan bahwa bagaimanapun anak-anak tetap harus dapat belajar dan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mendapatkan pengetahuan yang positif.

 

“Teknologi itu ibarat pisau bermata dua. Kalau kita tidak hati-hati akibatnya bisa parah. Tapi kalau kita ambil manfaat dan sisi positifnya tentu akan sangat berguna sekali,” kata Devita Prihartini.

 

Keponakan dari Helmi dan Tantowi Yahya tersebut menyatakan siap mendampingi anak dan perempuan yang menjadi korban kejahatan. Selama ini, wanita berdarah Palembang itu terpantau aktif bersinergi dengan sejumlah pengacara kondang dalam membantu menyelesaikan kasus yang menimpa anak dan perempuan.

 

“Jadi, kalau seandainya ada anak-anak kita atau ibu-ibu yang misalkan menjadi korban KDRT, pelecehan dan sebagainya, amit-amit ya, jangan sampai. Tapi kalau ada, pintu hati dan rumah saya selalu terbuka untuk membantu. Ibu-ibu bisa menghubungi saya secara langsung atau melalui rekan-rekan saya,” katanya.

 

Seperti saat kedatangannya di pemukiman warga, usai berpidato pun Devita Prihartini mendapatkan apresiasi dan sambutan hangat dari masyarakat. Mereka yang sebelumnya kebingungan dan tidak tahu hendak mengadu kemana dan kepada siapa, kini seolah mendapatkan cahaya di tengah gelapnya malam.

 

“Dulu anak saya pernah jadi korban, masih 7 tahun saat itu. Anak saya dilecehkan, tapi saya nggak tahu mau ngadu ke siapa dan kemana. Akhirnya ya sudahlah, saya nggak bisa berbuat apa-apa walau sebenarnya hati saya meronta, menangis dan perih. Alhamdulillah ya, sekarang mata kami terbuka bahwa masih ada orang yang memperjuangkan orang lain,” katanya dengan nada suara pelan.

 

 

(red)

Reporter : Hamdi Putra

 

, , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *