Pura – pura Sakit, Terdakwa Penggelapan Uang di PT Altrak 1978 Batal Disidang

Terdakwa Stenny Erik alias Stenny Erik Lumi, pelaku penggelapan uang perusahaan Altrak 1978 sebesar 1 miliar rupiah. (Foto: dwnews)

DiamondNews, Batam – Terdakwa  Stenny Erik alias, pelaku penggelapan uang perusahaan Altrak 1978 sebesar 1 miliar rupiah, batal menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (07/02/2019) sore.

Sidang lanjutan atas  terdakwa Stenny Erik alias Stenny Erik Lumi, dalam perkara tindak pidana penggelapan uang di PT. Altrak, di pimpin oleh ketua majelis hakim Syahlan, Efrida dan Muhammad Chandra serta di hadiri oleh jaksa penuntut umum, Rumondang.

Namun saying, sidang dengan agenda pemeriksaan saksi yang sudah di jadwalkan terpaksa di batalkan oleh ketua majelis hakim, lantaran terdakwa mengaku dalam kondisi yang tidak sehat alias sakit.

Pembatalan proses persidangan ini terjadi sesaat setelah ketua majelis hakim mengetuk palu, pertanda akan di mulainya siding.

Dengan dibatalkan persidangan ini, Rumondang selaku jaksa penuntut umum merasa sangat kecewa karena para saksi yang sudah di hadirkan dari luar kota gagal diambil keterangannya didepan persidangan.

Rumondang sangat menyayangkan pembatalan sidang ini, karena alasan yang di kemukakan oleh terdakwa tidak masuk akal, karena disampaikan secara lisan serta tidak menunjukan surat keterangan resmi dari pihak dokter.

Rumondang menambahkan, pihaknya merasa sangat dirugikan lantaran majelis hakim terlalu mengakomodir dalih terdakwa, sementara kehadiran saksi tidak dipertimbangkan oleh majelis hakim.

Setelah mendengar alasan terdakwa, majelis hakim kemudian menunda persidangan dan kembali di gelar pekan depan dengan yang sama, yakni pemeriksaan saksi.

Untuk di ketahui, terdakwa Stenny Erik alias Stenny Erik Lumi merupakan karyawan PT. Altrak 1978 Batam sejak tanggal 1 April 2011 hingga sekarang. Ia terpaksa berurusan dengan aparat penegak hukum karena menggelapkan uang perusahaan sebesar Rp 1 miliar lebih.

Atas perbuatannya, terdakwa di jerat dengan pasal 374 KUHP, subsidair pasal 378 KUHP dan terancam penjara selama 5 tahun.

(red)

Reporter: Paschall Rianghepat

, , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *