Akibat Perubahan Sistem, Ratusan Ton Barang Ekpedisi Menumpuk di Gudang Kargo Bandara Hang Nadim Batam.

DiamondNews, Batam – Hampir sebulan sejak di terapkannya bagasi berbayar serta peraturan menteri terkait perubahan sistem oleh pihak bea cukai bandara, mengakibatkan ratusan ton barang ekspedisi milik perusahaan -perusahaan freight forwarding menumpuk di gudang kargo bandara Hang Nadim, Batam, Selasa (12/02/2019).

Ratusan ton barang yang berada di kargo bandara mengalami gagal kirim, di karenakan prosedur yang sangat berbelit – belit yang di terapkan oleh pihak bea cukai bandara.

Menurut Donny seorang karyawan jasa pengiriman, penumpukan barang milik jasa pengurusan transportasi (freight forwarding) ini disebabkan oleh adanya kendala di sistem pemasukan data oleh pihak pengirim.

Donny menjelaskan, penumpukan barang ini terjadi karena ada perubahan sistem pengisian formulir ekspedisi yang di terapkan oleh pihak Bea Cukai bandara Hang Nadim Batam.

Ia menuturkan, penerapan sistem baru ini banyak dipahami oleh oleh pihak jasa pengiriman, karena kurangnya sosialisasi oleh pihak terkait. Hal ini berdampak pada barcode scanner yang tidak terdeteksi sehingga membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mengirim barang ke luar Batam.

Donny menambahkan, penumpukan barang ini sudah terjadi hampir sebulan setelah pemberlakuan aturan bagasi berbayar serta penerapan peraturan menteri  tentang pengiriman barang senilai 75 US dollar untuk satu alamat pengirim dan penerima.

 

(red)

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *