Dampak Bagasi Berbayar dan Tiket Mahal, Pelaku Wisata Gelar Pawai Keprihatinan

  

(Foto: dwnews)

DiamondNews, Batam – Ratusan orang yang tergabng dari berbagai unsur dan pelaku pariwisata di Kepulauan Riau, menggelar kegiatan pawai keprihatinan di depan kantor walikota dan gedung DPRD Kota Batam. Pawai yang digelar ini merupakan bentuk protes atas tingginya harga tiket pesawat dan ketentuan bagasi berbayar yang diterapkan oleh beberapa maskapai .

Aksi yang digelar mulai dari pintu utara alun-alun Engku Putri Batam Centre hingga depan gedung DPRD Kota Batam ini di ikuti oleh ratusan massa dari 12 aliansi pariwisata yang ada di Kepualaun Riau.

Untuk menyampaikan aspirasinya, para peserta mengenakan baju pawai serta membawa beberapa atribut seperti spanduk bertuliskan “pawai keprihatinan pariwisata #daribatamuntukindonesia” serta  koper bertuliskan “bagasi 7 kg” dan ungkapan-ungkapan lain untuk megekspresikan dampak kebijakan pemerintah tersebut.

Dalam aksinya, para pelaku pariwisata ini menyuarakan beberapa poin keberatan yang dituangkan dalam sebuah petisi, mengenai kebijakan maskapai penerbangan terkait kenaikan tiket pesawat dan juga kebijakan bagasi berbayar.

Menurut Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Kepri, Irwandi Azwar, pemberlakuan kebijakan ini dianggap sebagai upaya dalam mematikan sektor pariwisata yang ada di Indonesia.

Oleh karena itu, ia meminta kepada pemerintah untuk dapat mengintervensi kebijakan bagasi berbayar dan tingginya harga tiket maskapai dari beberapa maskapai penerbangan.

Irwandi menambahkan, kenaikan harga tiket maskapai dan bagasi berbayar ini memberikan dampak negatif bagi sektor pariwisata, seperti tingkat hunian hotel, pedagang oleh-oleh, hingga travel agent .

 

Usai melakukan pawai keprihatinan, para peserta pawai membubuhkan tanda tangan petisi diatas spanduk, sebagai bentuk aspirasi dan harapan yang nantinya dapat di dengarkan oleh para pemangku kebijakan.

 

(red)

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *