Tolak Tuntutan Super Ringan Terhadap Otak Perdagangan Orang, Jaringan Peduli Migran Lakukan Aksi Demo di PN Batam

(Foto: dwnews)

DiamondNews, Batam – Jaringan peduli migrant, perlindungan perempuan dan anak (safe migrant), beberapa waktu lalu melakukan aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Batam.

 

Tidak terima dengan tuntutan super ringan terhadap otak perdagangan orang J. Rusna dari jaksa penuntut umum, jaringan peduli migrant, perlindungan perempuan dan anak (safe migrant) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Pengadulan Negeri Batam.

 

Dalam aksinya, para peserta unjuk rasa membawa spanduk serta membungkam mulutnya dengan lakban berwarna hitam serta uang pecahan 100 ribu rupiah yang melambangkan penegakan hukum di kota batam masih menggunakan istilah tebang pilih. Karena para pelaku kejahatan yang mempunyai uang bisa bebas berkeliaran, sementara masyarakat kecil tetap di proses sesuai undang – undang yang berlaku.

 

Menurut koordinator aksi, Sudirman Latief, aksi unjuk rasa ini bermula dari tuntutan ringan yang dilayangkan  JPU Samuel Pangaribuan terhadap terdakwa J. Rusna yang hanya 1 tahun 6 bulan, sementara bawahan J. Rusna yang kini sudah menjadi terpidana dituntut dan di vonis selama 4 tahun penjara.

 

Sudirman menjelaskan, perlakuan tidak adil ini sangat mencederai proses penegakan hukum di indonesia, khususnya kota Batam.

 

Sudirman menambahkan, dalam aksi ini pihaknya menuntut agar majelis hakim Pengadilan Negeri Batam yang menangani perkara ini dapat mengambil keputusan yang tepat dan tidak mengabulkan tuntutan yang disampaikan jaksa penuntut umum.

 

Untuk menjaga hal – hal yang tidak diinginkan, aksi unjuk rasa yang dilakukan jaringan peduli migrant, perlindungan perempuan dan anak di kawal ketat oleh aparat kepolisian.

 

(red)

, , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *