Ini Tanggapan Pihak Perusahaan Terkait Penggelapan Uang Yang Dilakukan Stenny

(Foto: dwnews)

DiamondNews, Batam – Stenny Erick alias Stenny Erick Lumi, terdakwa penggelapan yang merugikan PT. Altrak 1978 yang bergerak di bidang distributor alat berat dan servis alat berat sebesar satu miliar lebih, kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Batam, Rabu (14/2/2019) siang.

Dalam persidangan, jaksa penuntut umum menghadirkan sejumlah saksi dari pihak PT. Altrak 1978 Jakarta, PT. Altrak 1978 Batam dan juga perwakilan PT. ASL Shipyard Batam.

Sebelumnya, persidangan terhadap terdakwa sendiri sudah dilaksanakan pada kamis (07/02/2019) lalu, namun persidangan terpaksa ditunda lantaran terdakwa menderita penyakit hernia.

Menurut mantan kepala PT. Altrak cabang Batam, Barry, yang di temui wartawan diamondnews usai persidangan menyebutkan bahwa, terdakwa sendiri merupakan karyawan PT. Altrak 1978 Batam sejak tanggal 1 April 2011, kemudian diangkat sebagai customer service officer (CSO) sejak  1 April 2014. Barry menjelaskan, selama bekerja di PT. Altrak 1978,  terdakwa sudah sering melakukan usaha penggelapan dengan membuat purchase order (P.O) yang seolah-olah permintaan dari customer,  setelah membuat p-o tersebut, Stenny kemudian menyerahkan ke bagian admin untuk diproses transaksi penjualannya atau part sales order (PSO).

“kasus dengan saudara Stenny sebenarnya dari perusahaan kami awalnya sudah beretikad baik mau menyelesaiakan dengan baik-baik permasalahan ini, tapi dari saudara Stenny sendiri sepertinya tidak punya etikad untuk mau menyelesaiakan dengan baik-baik, hal ini dari awal kita sudah sempat memanggil beberapa kali tapi saudara Stenny mangkir, makanya kasus ini berlanjut ke kepolisian, kejaksaan, sampai sidang di pengadilan” terang Barry

Barry menambahkan, sebenarnya perbuatan terdakwa ini tidak di bawah ke ranah hukum, namun karena terdakwa Stenny pada saat di mintai konfirmasi, selalu mengelak dan tidak kooperatif.

“Sebenarnya SOP dari perusahaan kami  jelas, tapi karena sudah ada niat yang jelek dari awal, jadi SOP dicari celahnya untuk disalah gunakan, ya sebenarnya kalau sesuai SOP kamipun ga akan ada kejadian seperti ini” jelas Barry

“dan dari manajemen kami sebenarnya kalau dia beretikad baik ya kita akan selesaikan dengan baik-baik, tapi kalau dari diapun tidak beretikad baik ya kemungkinan kasus ini akan tetap berlanjut, ya kita minta keadilan putusan dari pengadilan” pungkas Barry

Untuk diketahui, terdakwa Stenny Erik alias Stenny Erik Lumi merupakan karyawan PT. Altrak 1978 Batam sejak 1 April 2011 hingga sekarang. Ia terpaksa berurusan dengan aparat penegak hukum karena menggelapkan uang perusahaan sebesar Rp. 1 miliar lebih.

Atas perbuatannya, terdakwa di jerat dengan pasal 374 KUHPidana, subsidair pasal 378 KUHPidana dan terancam penjara selama 5 tahun.

(red)

 

 

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *