Kanwil DJBC Khusus Kepri Musnahkan Jutaan Batang Rokok Ilegal dan Miras

Pemusnahan barang bukti (Foto: dwnews)

DiamondNews, Karimun – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kepulauan Riau, lakukan pemusnahan barang milik negara hasil penindakan patroli laut, berupa barang kena cukai dari hasil penindakan dari periode Februari hingga Desember 2018, bertempat di halaman Kanwil DJBC Khusus Kepri, jalan Jenderal Ahmad Yani Meral, Rabu tanggal 13 Februari 2019.

 

Pemusnahan yang turut dihadiri oleh kepala kantor karantina Kelas II TBK, beserta instansi terkait lainnya tersebut telah memusnahkan 1.454.560 batang rokok ilegal yang didapat dari hasil penindakan sarana pengangkut SB tanpa nama dan SB Elang Laut, dimusnahkan dengan cara dibakar.

 

Selain itu juga, Kanwil DJBC Khusus Kepri telah melakukan penegahan terhadap kapal LCT Hansen yang telah kedapatan membawa minuman keras tanpa cukai sebanyak 3.048 botol, serta 13.848 kaleng miras ilegal. Seluruh miras dimusnahkan dengan cara di lindas menggunakan alat berat.

 

Tidak hanya rokok dan miras ilegal, Kanwil DJBC Khusus Kepri juga berhasil mengamankan sebanyak 1.006 batang kayu teki, dan untuk penindakan selanjutnya kayu teki tersebut telah dihibahkan.

 

Disela-sela press coference, kepala kantor wilayah DJBC Khusus Kepri, Agus Yulianto menyampaikan bahwa hilangnya potensi  penerimaan negara, dari seluruh barang-barang yang dimusnahkan tersebut diperkirakan 10.652.327.800 ( sepuluh miliar enam ratus lima puluh dua juta tiga ratus dua puluh tujuh ribu delapan ratus rupiah ).

 

Sedangkan total perkiraan potensi kerugian yang akan ditanggung negara atas barang-barang tersebut sebesar, 21.165.207.150.000 ( dua puluh satu miliar seratus enam puluh lima juta dua ratus tujuh ribu seratus lima puluh rupiah).

 

Dengan rincian potensi kerugian negara dari penindakan MMEA, hasil tembakau serta barang import lainnya. Sehingga barang-barang tersebut dapat menggangu pertumbuhan industri dalam negeri, serta dapat mengakibatkan kerugian im-materiil berupa terganggunya moral dan kesehatan masyarakat.

 

(red)

, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *