Cabuli Anak Dibawah Umur, Seorang Pemuda di Batam Dihukum 12 Tahun

 

Suasana sidang pencabulan anak dibawah umur (Foto: dwnews)

DiamondNews, Batam – Terdakwa Deddy Syahputra, seorang pemuda pengangguran yang tega mencabuli seorang anak di bawah umur, kembali di sidang di Pengadilan Negeri Batam.

Sidang dengan agenda pembacaan putusan di pimpin oleh ketua majelis hakim Efrida di dampingi dua hakim anggota  Mangapul dan Jasael serta jaksa penuntut umum, Nani Herawati dan Rumondang.

Sementara itu terdakwa hadir di persidangan seorang diri tanpa didampingi oleh penasehat hukum.

Dalam amar putusannya, ketua majelis hakim Efrida dan dua anggotanya Mangapul dan Jasael mempunyai beberapa pertimbangan, di antaranya hal yang meringankan serta hal yang memberatkan.

Hal yang memberatkan menurut majelis hakim adalah perbuatan terdakwa telah merusak masa depan korban, sehingga meninggalkan trauma yang mendalam.

Menurut ketua majelis hakim, Efrida, dalam perkara ini, majelis hakim tidak menemukan hal yang meringankan dalam diri terdakwa, sehingga  tidak ada alasan pemaaf  untuk membebaskan terdakwa dari segala jeratan hukum.

Efrida  menyebutkan,  perbuatan terdakwa telah terbukti melanggar pasal 82 jo pasal 76E UU RI no.35 tahun 2014 tentang perubahan UU no.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak sehingga  menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 12 tahun dan 6 bulan kurungan.

Efrida  menambahkan, selain hukuman penjara, terdakwa Warneri juga di hukum untuk membayar denda sebesar Rp 100 juta, subsider 6 bulan kurungan.

Untuk diketahui, terdakwa Deddy Syahputra terpaksa mendekam di balik jeruji penjara, lantaran tega mencabuli seorang anak yang masih di bawah umur di kamar kosnya yang terletak di ruko Orchid Point Jl. Duyung, blok B lantai IV,  kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, pada bulan September 2018.

(red)

 

 

Tinggalkan Balasan