Boedi Djarot : Pilpres 2019 Adalah Pertarungan Antara Merah-Putih Melawan Bendera Hitam

Ketua Umum Gerakan Jaga Indonesia (GJI), Boedi Djarot saat diwawancarai usai diskusi di Rumah Aspirasi Rakyat 01, Jalan Proklamasi Nomor 46, Jakarta Pusat, pada Rabu (20/2/2019). (Foto: dines/ Hamdi Putra)

DiamondNews, Jakarta – Ketua Umum Gerakan Jaga Indonesia (GJI), Boedi Djarot dengan tegas mengatakan bahwa kontestasi Pilpres 2019 merupakan pertarungan antara ‘Merah-Putih’ melawan ‘Bendera Hitam’.

 

Pernyataan ini disampaikan Boedi Djarot dalam gelaran diskusi bertajuk ‘Ngompol’ atau ‘Ngomong Politik’ di Rumah Aspirasi Rakyat 01, Jalan Proklamasi Nomor 46, Jakarta Pusat, pada Rabu (20/2/2019).

 

“Ini beneran. Pilpres 2019 nanti adalah pertempuran antara Merah-Putih melawan Bendera Hitam. Ini sudah sangat jelas. Pada reuni yang dilaksanakan Desember 2018 silam, kakak saya tercinta berada di sana. Kalau saya jadi penasihat politiknya, (saya sarankan,-red) jangan datang loh. Kenapa? Nanti orang akan berpikir abang saya ini didukung oleh HTI dan Wahabi,” ujar Boedi Djarot.

 

Ia berpandangan bahwa salah satu kontestan dalam Pilpres 2019 tidak akan bisa memenangkan pertarungan dengan cara-cara yang konvensional sehingga harus menggunakan politik anomali.

 

Strategi politik yang demikian akan memanfaatkan berbagai cara untuk mewujudkan ambisinya demi meraih kekuasaan, termasuk dengan melempar isu-isu SARA dan hoax yang jelas-jelas sangat menyimpang bahkan cenderung kotor.

 

“Jangan sampai kita membalas dengan hal yang sama. Kenapa? Pasti nanti ujung-ujungnya ribut dan terjadi perang antar-agama. Inilah yang mereka harapkan. Nah, salah satu pasangan calon sengaja memanfaatkan situasi ini, dengan kata lain menungganginya,” tutur Boedi Djarot.

 

Oleh karen itu, Boedi Djarot mengajak semua elemen masyarakat khususnya GJI untuk ikut serta menangkal dan melawan segala sesuatu yang dapat memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa.

 

“Yang kami khawatirkan adalah masyarakat awam yang gampang dipengaruhi dengan isu yang mengatasnamakan agama. Kalau generasi millenial, kami tidak begitu khawatir,” katanya.

 

Sesuai dengan visi-misi organisasinya, Boedi Djarot bersama GJI akan lebih menggencarkan politik ideologi. Artinya, segala hal yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945 dan Merah Putih harus disingkirkan.

 

“Nah gerakan politik ideologi itu sasarannya tiga. Pertama, mengembalikan rasa patriotisme dan nasionalisme yang sudah luntur. Kedua, merajut kembali kebinekaan yang telah di hancurkan, dikoyak oleh aksi intoleransi dan radikalisme. Ketiga, pertahankan nkri dengan mencabut bendera hitam yang ada dimana-mana. Ini harus kita lakukan. Mari kibarkan Bendera Merah-Putih dan tenggelamkan Bendera Hitam,” ucap Boedi Djarot.

(red)

Reporter : Hamdi Putra

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *