Hotel Satria Menyediakan Praktik Perjudian Tanpa Ijin Resmi

(Foto: dwnews)

DiamondNews, Karimun – Lagi-lagi karimun sebagai kota bumi berazam yang mengedepankan agama dan marwah serta adat istiadat, ternodai oleh adanya praktik perjudian yang disediakan oleh hotel Satria yang berada dijalan Ahmad Yani, Tanjung Balai Karimun.

Disinyalir hotel yang juga tidak memiliki izin resmi tersebut, kini telah menjadi surga tempat perjudian, dimana telah menyediakan pelbagai jenis pingpong. Permainan ketangkasan judi tersebut dengan menebak salah satu nomor bola, mulai dari angka sampai angka 24, yang telah di pampang didinding dengan layar monitor.

Tentu saja keberadaan tempat perjudian yang dibalut sebagai tempat karaoke dengan menyediakan miras, telah mendapat kritikan dari Laskar Melayu Bersatu (LMB).

Saat dikonfirmasi terkait adanya praktik perjudian di hotel Satria, Tanjung Balai Karimun, Ketua Laskar Melayu Bersatu (LMB), Datuk Azman Zainal sangat geram, untuk perizinannya itu hotel bintang satu, lalu berubah menjadi tempat yang tidak sesuai dengan perizinan, yaitu salah satunya tempat ktv dan juga sebagai tempat perjudian. Selain itu juga parkiran pengunjung sangat menggangu pengguna jalan lainnya.

Datuk Azman Zainal, Ketua Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kabupaten Karimun, yang menjunjung tinggi marwah Melayu di Kepri, sangat menyayangkan dengan di sediakannya gelanggang tempat perjudian, dengan modus para pengunjung yang ingi bertaruh memasang nomor yang diinginkannya dengan membayar sebesar minimal 10 ribu rupiah untuk sekali permainan, dari setiap nomornya, sehingga apabila nomor yang dipasang tepat dan keluar, maka pengawas atau wasit akan membayar kepada pemain sesuai nominal taruhannya dengan media berupa kartu voucher, sehingga diharapkan agar aparat terkait dapat segera bertindak sesuai dengan hukum.

(red)

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *