Soal Konsesi Tanah, Rizal Ramli Sebut Widodo Presiden Kerdil

ekonom senior sekaligus mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Rizal Ramli (kanan) dalam acara diskusi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Senin (25/2/2019). (Foto: dwnews/ Hamdi Putra)

DiamondNews, Jakarta – Pidato politik Presiden Joko Widodo di Sentul International Convention Center (SICC) pada Minggu (24/2/2019), mendapatkan kritik pedas dari Rizal Ramli selaku ekonom senior yang juga mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

 

Dari sejumlah kritik yang dilontarkan, salah satunya adalah mengenai konsesi tanah negara dalam jumlah besar yang dimiliki oleh segelintir orang. Topik ini menjadi perbincangan publik pasca debat capres putaran dua yang berlangsung pada Minggu (17/2/2018) malam.

 

“Pemilik tanah yang besar-besar (justru) ada di sekitarnya. Kalau mau lakukan itu, ambil tanah semuanya yang besar-besar bagikan sama rakyat. Jadi, jangan kerdil jadi presiden. Makanya saya sudah mulai kesal, harusnya presiden itu main of honour. Kebijakannya berlaku untuk semua, bukan untuk orang-orang yang ditargetkan. Ini kan orang per orang ditargetkan. Ambil aja semua tanah yang dimiliki yang kebanyakan itu pendukung Presiden Widodo untuk pribadinya dan bagikan sama rakyat, itu baru hebat,” ujar Rizal Ramli di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (25/2/2019).

 

Dalam pidato politiknya yang bertajuk optimisme, Jokowi menantang para pemilik konsesi tanah negara dalam jumlah besar untuk segera mengembalikannya kepada negara. Sebagai bentuk penegasan, Jokowi bahkan mengulang kalimatnya hingga beberapa kali yang mendapatkan tepuk tangan dari para pendukungnya.

 

“Sekali lagi ini adalah konsesi tanah untuk rakyat, konsesi tanah untuk rakyat kecil. Nah, nah, nah. Jika, jika ada penerima konsesi besar yang mau mengembalikan ke negara, saya, saya ulang, saya ulang. Jadi kalau ada yang ingin mengembalikan konsesinya kepada negara, saya ulang. Jadi jadi kalau ada konsesi besar yang ingin dikembalikan ke negara, saya tunggu. Saya tunggu, saya tunggu sekarang. Dan, dan akan saya bagikan untuk rakyat kecil,” tutur Jokowi di SICC, Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/2/2019) malam.

 

Sebelumnya, Jokowi menyinggung soal luasnya konsesi tanah negara yang dikuasai oleh calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. Saat itu Jokowi menyebut bahwa kompetitornya dalam Pilpres 2019 itu memiliki lahan seluas 220 ribu hektar di Kalimantan Timur dan 120 hektar di Aceh Tengah.

 

Hal ini kemudian dibenarkan oleh Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa tanah yang dikuasainya itu adalah berupa Hak Guna Usaha (HGU) yang setiap saat bisa diambil oleh negara dan ia siap untuk mengembalikannya.

 

(red)

Reporter : Hamdi Putra

, , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *