FSTMJ Bongkar Kebohongan MUI Jakarta Terkait Malam Munajat 212

Konferensi pers Forum Silaturrahim Takmir Masjid (FSTM) Jakarta di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (26/2/2019). (Foto: dwnews/ Hamdi Putra)

DiamondNews, Jakarta – Forum Silaturrahim Takmir Masjid (FSTM) Jakarta mendesak Ketua MUI DKI, Munahar Muchtar untuk segera menyampaikan permintaan maafnya karena dianggap telah membohongi umat terkait Malam Munajat 212 yang digelar di Monas Jakarta pada Kamis (21/2/2019).

 

Dalam surat undangan nomor U-147/DP-P-XI/II/2019 kepada pengurus masjid dan mushalla se-ibukota, MUI DKI Jakarta menuliskan bahwa tema acara tersebut adalah ‘Senandung Salawat dan Zikir Nasional sekaligus Do’a untuk Keselamatan Bangsa’.

 

“Apa yang ada di undangan dengan acara yang dilaksanakan itu berbeda sekali. Di undangan kan tema-nya seperti itu, tapi kenyataannya Malam Munajat 212. Tidak pantas lembaga keagamaan seperti MUI membohongi umat,” kata Fajar Agung Saputro selaku Wasekjen FSTM Jakarta di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (26/2/2019).

 

MUI sebagai lembaga keagamaan sudah semestinya menjadi representasi dan perwakilan dari berbagai macam ormas, bersikap netral serta tidak memberikan dukungan secara terang-terangan kepada salah satu pasangan calon yang akan berlaga di Pilpres 2019.

 

“Ini melanggar AD/ ART dan MUI dan sudah melenceng dari fungsi lembaga MUI yang sesungguhnya, yaitu sebagai payung hukum untuk semua golongan,” tutur Fajar Agung Saputro.

 

FSTM Jakarta menilai Ketua MUI Jakarta, Munajat Muchtar telah menciderai lembaga yang dipimpinnya. Ia dianggap telah ceroboh membuat edaran, imbauan atau ajakan kepada masyarakat melalui kepengurusan MUI, masjid-masjid dan lembaga keagamaan seperti majelis taklim.

 

“Secara terang benderang berarti ia telah melakukan konsolidasi politik, bukan saja untuk menyukseskan Malam Munajat 212, tapi juga untuk memenangkan salah satu pasangan calon peserta Pilpres 2019 yang mereka dukung. Buktinya, orasi dan puisi politik yang sangat nir-logika oleh salah satu timses pasangan capres pada acara tersebut,” ucapnya.

 

Oleh karena itu, sebagai bentuk pertanggungjawaban selaku panitia Malam Munajat 212, Ketua MUI Jakarta harus meminta maaf kepada umat terkait kebohongan dan kekeliruan yang telah dilakukannya. Tidak hanya tentang kesalahan administrasi berupa perbedaan tema di undangan dengan acara yang berlangsung, tapi juga terkait isi acara yang sarat muatan politis.

 

“FSTM Jakarta juga meminta MUI Pusat untuk mengambil tindakan tegas berupa teguran atau pemberhentian kepada Ketua MUI DKI Jakarta dan seluruh pengurusnya yang terlibat dalam acara Malam Munajat 212,” ujarnya.

 

(red)

Reporter : Hamdi Putra

, ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *