Gelar Syukuran Kemenangan Jokowi-Ma’ruf, ARJ Canangkan Program Berbagi Bersama Satu Juta Anak Yatim & Fakir Miskin

DiamondNews, Jakarta – Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) menggelar syukuran untuk kemenangan Jokowi-Ma’ruf dalam Pilpres 2019 berdasarkan hitung cepat 18 lembaga survei yang kredibel.

Syukuran berupa do’a bersama sembari menyantuni anak yatim dan fakir miskin tersebut digelar di Sekretariat ARJ yang berlokasi di Jalan Layur, Rawamangun, Jakarta Timur, pada Sabtu (27/4/19).

“Selain wujud rasa syukur, kami punya prinsip Jokowi-Ma’ruf harus dijaga dari fitnah, hoax dan rencana buruk oknum tertentu. Salah satu upaya kami adalah dengan mengambil inisiatif untuk menyantuni dan berdo’a bersama anak yatim dan fakir miskin. Mudah-mudahan dengan do’a dari mereka, kemenangan ini menjadi berkah bagi bangsa Indonesia dan semuanya berjalan lancar hingga Paslon 01 dilantik nantinya,” ujar Haidar Alwi selaku penanggungjawab ARJ.

Menurutnya, adalah wajar jika para relawan menggelar berbagai syukuran setelah kurang lebih dalam satu tahun terakhir berjuang untuk memenangkan Paslon 01 Jokowi-Ma’ruf.

Sebagai sebuah aliansi yang terdiri dari banyak organ relawan, ARJ berencana akan menyantuni sebanyak satu juta anak yatim dan fakir miskin di seluruh Indonesia. Program yang dicanangkan ARJ ini dijadwalkan akan terus berlanjut hingga pelantikan Jokowi-Ma’ruf sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.

“ARJ ini kan aliansi, setidaknya ada sekitar 700 organ relawan yang tersebar di berbagai di daerah. Nah, organ-organ ini akan berpartisipasi dalam santunan untuk satu juta anak yatim dan fakir miskin sampai Paslon 01 dilantik sekitar Oktober nanti,” tutur Haidar Alwi.

Harapannya, kedua kubu yang berlaga dalam Pilpres 2019 kembali ke sila ke-tiga Pancasila yakni Persatuan Indonesia agar tercipta situasi yang kondusif Pasca Pemilu. Jika salah satu kubu tidak terima dengan hasil resmi yang dirilis KPU nanti, maka dapat menyelesaikannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kalau ada salah satu kubu yang tidak terima hasilnya, boleh-boleh saja mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK),” ucapnya. (Rep : Hamdi Putra/red)

, , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *