Dinilai Tergesa-gesa, Rencana Pindah Ibukota Berdampak Buruk Terhadap Industri, Pelaku Usaha & Investor di Pulau Jawa

DiamondNews, Jakarta – Rencana pemindahan ibokota negara dari Jakarta ke Pulau Kalimantan dinilai berdampak negatif terhadap para pelaku usaha dan investor terutama yang berada di Pulau Jawa.

Penilaian tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT Ganesha Humanika Perkasa (GHP), Giyanto Hadi Prayitno saat diwawancarai wartawan usai syukuran ulang tahun PT GHP yang ke-5 di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Kamis (1/8/2019).

“Isu-isu seperti ini memicu gejolak perekonomian walaupun yang pindah adalah pusat pemerintahan dan bukan pusat bisnis. Sebagai contoh, di Jawa Barat saja setidaknya ada sekitar 140 industri yang gulung tikar atau angkat kaki. Kenapa? Investor jadi was-was dan khawatir, mereka ragu-ragu, ‘wait and see’ dan tidak langsung eksekusi untuk menanamkan modalnya di industri yang dimaksud,” ujar Giyanto Hadi Prayitno.

Menurutnya, pemerintah terkesan tergesa-gesa untuk segera memindahkan ibukota negara dari Jakarta ke Pulau Kalimantan. Padahal, seharusnya pemerintah lebih fokus pada perbaikan untuk kesejahteraan rakyat, seperti mencapai target pertumbuhan ekonomi. Setiap kebijakan politik hendaknya seiring sejalan dengan kebijakan ekonomi.

“Sekian juta ASN yang harus pindah, infrastruktur seperti apa. Emangnya itu selesai dalam 5 tahun? Nggak juga, belum tentu. Lebih baik sekarang kita fokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi. Hal-hal semacam itu seharusnya diprioritaskan. Kalau bicara ekonomi berpengaruh besarlah terhadap rakyat kecil,” tutur Giyanto Hadi Prayitno.

Ia juga menyarankan agar pemerintahan Jokowi-Ma’ruf nantinya memprioritaskan untuk menepati janji-janji kampanye mereka. Selain itu, para pejabat maupun tokoh-tokoh politik diimbau untuk tidak menghembuskan isu-isu yang tidak begitu penting dan hanya akan menguras emosi dan energi.

“Saya berpikir secara kacamata pribadi orang awam, tokoh-tokoh politik ketika mendapatkan jabatan sudah tidak ada keinginan luhur. Menjabat kemudian harus bertanggungjawab kepada konstituen itu tidak ada. Seolah seperti itu yang kasat mata. Terpilih, dinyatakan sebagai pemenang. Marilah kita fokus menepati janji. Janji pindah ibukota itu kan bukan janji Pilpres,” ucapnya.

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa ibukota negara pasti akan pindah ke Pulau Kalimantan. Mengenai detail rencana pemindahan akan diumumkan pada bulan Agustus ini.

 

Reporter : Hamdi Putra/red

 

 

, , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *