Perusahaan TV Kabel PT Mackianos Network Diduga Curi Siaran Dari Satelit

BTM, diamondworld.co.id – Mackianos Network (MCN) diduga melakukan pencurian siaran dari satelit. Atas dugaan tersebut, mereka harus berhadapan dengan hukum.

Hal tersebut diungkapkan Sekertaris Federasi NGO 369, Herwin Saputra ketika ditemui di kantornya, Kamis (31/10/2019).

Dirinya mengatakan, Timothy Tarman yang merupakan owner dari PT MCN diduga telah melakukan pencurian chanel siaran dari beberapa satelit, seperti satelit Palapa, satelit Chinasat, satelit Measat dan beberapa satelit lainnya.

Proses pencurian ini diungkapkannya menggunakan LNB dan parabola, mereka mulai mencuri konten-konten yang ada di satelit tersebut dan dilanjutkan dengan dimasukan ke heckem yang berada diruangan server. Didalam server tersebut kurang lebih terdapat 70 sampai 100 chanel, dan itu merupakan hasil pembajakan.

Jika melihat jumlah siaran yang ada di televisi tersebut, saya yakin lebih kurang hanya 5 sampai 10 canel yang di kobtral. Sisahnya adalah pembajakan besar-besaran secara masif dan mereka redistribusikan menggunakan kabel optik kerumah-rumah. Dari hasil rangkaian tersebut, mereka pungut secara komersil setiap rumah dan hasilnya diinvestasikan ke usaha-usaha yang lain. Itu termasuk TPPU juga,” kata Herwin.

Diungkapkannya, selama puluhan tahun, Tarman berbisnis platfrom tv kabel dan diduga melakukan pencurian siaran secara ilegal. Tanpa adanya kontrak, pendistribusian berlangsung kepada kurang lebih 50 ribu pelanggan hingga saat ini.

“Bayangkan saja, didistribusikan kepada lebih dari 50 ribu lebih pelanggan dengan biaya perbulannya, setiap pelanggan dikenakan biaya sekitar Rp 80 ribuan, ” ujarnya.

Ia menjelaskan, adapun dari sisi Undang-Undang 32, tidak ada dalam UU tersebut dibenarkan bahwa pengusaha Tv Kabel diperbolehkan melakukan pencurian konten dan direstribusikan kepada rumah rumah dan dikutip secara komersil.

Sedangkan IPP tetap yang diberikan itu adalah izin atas usaha tersebut dan dalam hal proses pelaksanaannya, konten siaran harus memiliki izin apabila itu dikomersilkan.

Lanjut Herwin, sebelum pengusaha TV Kabel mengatakan mereka dizholimi serta mengatakan bahwa beberapa pihak tidak objektif, ia menegaskan untuk para pengusaha TV kabel sebaiknya koreksi kembali atas yang dikerjakannya.

Selain itu, saat ini diungkapkannya PT MCN dan 13 pengusaha tv kabel di Kepulauan Riau sedang menjalani pemeriksaan di Dirkrimsus Polda Kepri. Satu diantaranya telah dilimpahkan ke Kejati Kepri.
Sebagai masyarakat yang baik, kami hanya ingin menegakkan hukum. Jadi setelah kami amati, pelajari dan kami melaporkan kepihak yang berwajib. (Aidil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *