Lahan SMPN 63 dan Lapangan Bola Kabil dijalan Bumi Perkemahan sah milik masyarakat

diamondworld.co.id, Batam – Nikson Sihombing, SH ketika ditemui awak media pada Jumat, (15/11) mengatakan, ” terkait hiruk pikuk penyerobotan hutan lindung yang berimbas kepada penyerobotan lahan masyarakat yaitu lahan untuk pembangunan SMPN 63 dan Lapangan bola Kelurahan Kabil, sebagai kuasa hukum dari keluarga Idris MD pemilik Alashak menyatakan bahwa kedua fasum itu telah dihibahkan kepada masyarakat kabil”.

Lanjut Nixon mengatakan bahwa dengan adanya sekarang orang mengaku atau ingin menyerobot lahan itu tentunya mereka tidak ada dasar. Saya sudah menayakan langsung kepada keluarga Idris MD dan jawaban mereka, hingga saat ini mereka tak pernah memberikan lahan yang sudah di hibahkan itu kepada pihak manapun juga, jadi saya pastikan lahan itu hingga saat ini masih milik masyarakat Kabil. Jika ada yang berani menyerobot lahan tersebut tanpa dasar yang sah maka sebaiknya berhati – hati. Dan saya sebagai pihak yang diberi kuasa akan tetap menjalankan tugas saya, apalagi saya bagian dari masyarakat Kabil yang juga dilibatkan dalam TIM Forum RT RW Kabil untuk mengawal proses pembangunan sekolah SMPN 63.

Permasalahan Hutan Lindung yang digarap dijadikan kavling diatas lahan kedua fasum itu, Nixon mengatakan bahwa itu benar hutan lindung dan resapan air DAM. Akan tetapi seperti yang kita lihat baik di sosmed maupun pemberitaan di media hal itu bukan masalah yang baru muncul. Saya hanya berharap Pihak yang terkait, apakah itu kepolisian, Polisi Kehutanan, BP Batam dan BPN dapat mengambil sikap. Kasihan Masyarakat yang tak mengerti menjadi korban membeli Kavling tapi tidak resmi. apalagi BP Batam tak akan mengeluarkan surat Kavling sejak tahun 2016 terang Nixon didampingi sahabatnya Iyan Fahruddin Rangkuti.

Beberapa RT RW di wilayah Kabil ketika di komfirmasi mengatakan hal yang sama, kami akan tetap bersatu dan sudah berkordinasi dengan RT RW lainnya dibawah Forum RT RW Kabil akan menjaga lahan fasum lapangan bola dan lahan sekolah jika ada yang ingin menyerobotnya, tidak ada alasan bagi mafia lahan untuk menyerobot lahan yang sudah jelas dihibahkan kemasyarakat. Sebagai tokoh masyarakat, kami minta masyarakat jangan membeli kavling yang tidak jelas surat – suratnya. Karena hal itu akan merugikan diri sendiri kata Dirman salah satu tokoh masyarakat Kabil.

M Lis Azrusman RT 03 /019 Kabil menambahkan, permasalahan ini sudah beberapa kali diselesaikan dikantor Lurah dimana dihadiri oleh seluruh RT RW, LPM, Tokoh Masyarakat dan Aparat kepolisian dari Polsek juga hadir. tidak ada lasan lagi bagi pihak – pihak yang mau menyerobot lapangan bola dan lahan SMPN 63 tersebut. dan pihak polsek harusnya juga tegas, sesuai hasil berita rapat dikantor lurah, sudah cukup kuat untuk bekerja, mohon ayomi masyarakat dan tindak orang – orang yang ingin membuat keributan. Harapan saya sebaiknya jangan ada yang memaksakan untuk menyerobot lahan fasum masyarakat itu ucap Lis mengakhiri pembicaraan. ( TIM-DNews)

Tinggalkan Balasan