Pakaian Seragam Tak Kunjung Selesai, CV Celine Produktion Malah Ancam Wali Murid SMPN 63 Lapor Polisi

Diamondworld.co.id, Batam, – Berawal dari pembicaraan grup WA wali murid SMPN 63 Kamis (5/12) terkait pakaian seragam yang tak Kunjung selesai, Puluhan wali murid mendatangi CV Celine Produktion yang beralamat di ruko Marselia Batam Centre.

Sesuai dengan UU tentang wajib belajar 9 tahun, maka sekolah dilarang melakukan pengutipan, jual Pakaian seragam, buku dan lainnya. Dan Kepmen tentang Komite sekolah dimana komite sebagai perwakilan wali murid berfungsi pengawas sekolah serta ikut membantu sekolah dalam pembahasan RAB sekolah.

“TP” salah seorang wali murid SMPN 63 Kabil mengatakan sangat kecewa dengan ulah Penjahit yang ditunjuk kepala sekolah. “Saya kecewa bang, kita masuk sekolah bulan Juli 2019, sekarang sudah bulan December, tapi pakaian anak kami belum juga selesai. Saya salah satu yang ikut ketempat penjahit bersama Puluhan wali murid lainnya. Kami datang mempertanyakan baju seragam, tapi penjahitnya malah bicara sombong bahwa seluruh sekolah dia yang jahit. Setelah terjadi perdebatan, malah penjahitnya mau melaporkan kami kepolisi. Kalau tidak dihalangi ketua Komite SMPN 63, ngak taulah apa yang terjadi” kata TP melalui telpon genggamnya.

Ketika ketua Komite SMPN 63 M Lis Azrusman dikomfirmasi mengatakan, “Benar, tedi saya dan Puluhan walimurid mendatangi penjahit CV Celine Produktion di Batam Centre. Kehadiran kami ingin menanyakan kapan baju seragam akan diselesaikan, tapi penjahitnya menghadapi dengan emosi sehingga hampir terjadi gesekan fisik”. Lis melanjutkan, Penjahit Celine Produktion saya baru tahu sekarang, termasuk alamatnya. Awal kita penerimaan murid tiba -tiba sudah ada aja penjahitnya. Kabarnya Penjahit ini titipan dari komite atau pihak sekolah SMPN 51. Jadi saya sebagai komite tidak pernah dilibatkan tentang hadirnya penjahit ini oleh pihak sekolah.
Ketika saya bertanya kepada penjahit, dia mengatakan bahwa soal baju seragam tidak ada urusan Komite dan wali murid, itu wewenang kepala sekolah, jadi saya tak ada urusan dengan komite, kata Lis menirukan perkataan sipenjahit.
Ketika media DNews mencoba komfirmasi melalui WhatsApp, pihak CV Celine Produktion mengatakan, “Yg jelas gini… Kami menunggu komplain dari sekolah… Kalau ada komplain kami beresin… Kalau soal ukuran… Dan kami diinformasikan sekolah. Baju yg sudah kami kirim tidak ada masalah lagi… yg belum kami kirim memang lagi diproses.. Truas masalahnya apa.” Penjahit juga mengatakan bahwa tidak ada yang ribut, tapi kalau ribut dibelakangnya, dia tidak tau itu.
Sampai berita ini dinaikan, kepala sekolah belum dapat dikomfirmasi. (HR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *