Cegah Peredaran Gelap Narkotika Lapas Kelas II A Batam Gelar Razia Gabungan

Diamondworld.co.id. Batam — Jelang Natal dan tahun baru Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Batam, gelar razia bersama BNNP Kepri dan Polsek Sagulung, guna mengantisipasi terjadinya peredaran narkotika dan bahan berbahaya, bertempat Lapas Kelas II A Batam, Jalan, Trans Barelang, Tembesi, Kecamatan, Sagulung, Kota Batam, Sabtu (14/12/2019) malam.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Batam Surianto mengatakan bahwa kegiatan ini di laksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, bertujuan untuk mencegah peredaran gelap narkotika, dan tujuan yang tidak kalah pentingnya untuk menyambut Natal tahun baru 2020. Kegiatan rajia ini dilaksanakan di malam hari bertujuan untuk teknis keamanan anggota, dan bila kita lakukan di siang hari coba kita bayangkan 1300 orang napi yang berkeliaran, tiba-riba kita melakukan penggeledahan ini sangat berresiko tinggi bagi petugas itu ungkap Surianto.

Tentunya dilakukan dimalam hari agar petugas bisa langsung kekamar napi untuk melakukan pemeriksaan guna mengurangi resiko terjadinya pada petugas yang tidak kita inginkan.

Razia gabungan dilakukan di seluruh kamar dan blok yang ada di Lapas, masing-masing kamar berisi 23 sampai 24 orang, dengan jumlah 6 blok. Adapun barang temuan rajia yang di lakukan oleh petugas berupa, tali pinggang, gunting, kayu, kartu domino, dan lainya. Untuk narkotika sendiri petugas tidak menemukan.

Perlu di ketahui bahwa pemilik barang yang di temui oleh petugas di kamar masing-masing napi, petugas Lapas sendiri akan memberikan sanksi pada mereka nantinya berupa sanksi administratif jelas Rianto. Mengapa berang-barang tersebut bisa masuk kedalam kamar napi tentunya ada orang yang menyeludupakan kedalam, hal senada di atas akan kita cari orang itu nantinya.

Pada dasarnya petugas melaksanakan penggeledahan pada napi itu setiap hari dan setiap saat hal ini masyarakat tidak tahu, untuk itu pada malam hari ini kita melakukan rajia gabungan dan bersama rekan-rekan media agar di sampaikan pada masyarakat bahwa kegiatan ini rutin dilakukan imbuhnya. Mengapa adanya barang-barang tersebut di kamar napi ungkap Surianto karena adanya manusiaya yang keluar masuk dan bila tidak adanya manusiaya di Lapas maka Lapas ini tidak perlu kita jaga lagi jelasnya.

Adapun untuk mengantisipasi agar barang-barang itu tidak masuk kekamar napi kita terus melakukan pemeriksaan terhadap bawaan pada orang yang masuk ke Lapas termasuk Kepala Lapas sendiri tanpa terkecuali, kemudian petugas terus menghimbau pada semua orang yang masuk untuk tidak membawa barang-barang yang di larang kedalam Lapas tutup Surianto. (rdn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *