SMA Negeri 21 Batam Longsor, Wahyu Anggota DPRD Prov. Kepri Sidak kelokasi

Diamondworld.co.id, Batam – Anggota DPRD Provinsi Kepri dari PKS Wahyu Wahyudin didampingi Ketua Komite, Kepala Sekolah SMA Negeri 21 Batam dan RT 4/18 Kabil melakukan sidak terkait tanah yang longsor di SMA Negeri 21 Batam pukul 09.30 wib 19/12/2019.

Wahyu mengatakan “tanah yang longsor di SMA Negeri 21 Batam belum memakan korban dan kerugian materil, tapi hal ini perlu mendapat perhatian yang serius mengingat kondisi dan letak bangunan atau gedung sekolah diatas bukit sementara lahan sekolah selalu terkikis oleh air hujan”. Wahyu menambahkan, bahwa tanah yang longsor sudah sampai dibibir bangunan sekolah, jika ini dibiarkan, longsor yang lebih besar dapat saja terjadi sehingga bagunan sekolah akan patah atau hancur terbawa lonsor. Sambil menunjuk kearah tebing yang lonsor Wahyu menjelaskan bahwa tanah tersebut adalah tanah lembut atau tanah timbun, bukan bauksit jadi sangat riskan terjadi lonsor.

Atas kejadian ini, Wahyu Wahyudin yang duduk di Komisi IV DPRD Provinsi Kepri telah menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Dr. M. Dali, M.M sehingga kepala dinas sudah mengetahui hal ini, dan Wahyu akan segera memprioritaskan pembangunan batu miring di SMA Negeri 21 Batam untuk masuk ke APBDP tahun 2020 katanya.

Wahyu menambahkan, untuk mengantisipasi agar tebing bangunan sekolah tidak longsor lebih luas, beliau akan memberikan bantuan 100 batang pohon yang segera ditanam di sekitar bangunan sekolah dan mengundang tokoh masyarakat, Forum RT/RW serta LPM Kabil untuk dapat bersama – sama goro pada tanggal 25 Desember 2019. “Saya akan memberikan bantuan 100 batang pohon ke SMA Negeri 21 Batam dan akan menanamnya bersamam tokoh masyarakat, Forum RT RW serta LPM Kabil, benar ini menjadi prioritas bagi saya untuk dapat dibangun segera, tapi semua ada aturannya. Harus dianggarkan terlebih dahulu apalagi sekarang sudah tokok palu, paling saya perjuangkan di APBDP. Tapi kita tidak boleh diam menunggu, dengan menanam pohon tentunya dapat mengurangi resiko” Wahyu menjelaskan ke awak media ini.

Adi Saputra Kepala sekolah SMA Negeri 21 Batam mengatakan, pengajuan untuk membangun batu miring sudah diajukan tahun – tahun sebelunmya. Bahkan sudah pernah akan dianggarkan dan dibangun waktu Aripin Nasir menjabat kepala Dinas. Tapi hingga sekarang anggaran tersebut belum ada, “kami tentunya sangat berharap batu miring dapat segera dibangun, dengan kondisi seperti saat ini tentunya sangat mengkhawatirkan. Dengan turunnya Anggota DPRD Provinsi Bapak Wahyu harapan kami semakin cepat dianggarkan dan dibangun” jelasnya.

Sebagai Ketua Komite Herwin mengatakan, Saya sangat berterima kasih kepada Anggota DPRD Provinsi Kepri Wahyu Wahyudin yang telah turun sidak atas laporan terjadinya longsor lokasi SMA Negeri 21 Batam. Dengan tanggap beliau turun meninjau lokasi dan telah berjanji akan memperioritaskan pembangunan batu miring SMA Negeri 21 Batam. Tidak hanya itu, beliau juga telah memberikan bantuan 100 batang pohon kepada SMA Negeri 21 Batam untuk mengantisipasi agar lokasi sekolah yang berbukit tidak terjadi lonsor lagi. Sekolah bukan saja tanggung jawab pemerintah dan Wali murid, tapi peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam membangun SDM anak bangsa, oleh karena itu Herwin menghinbau seluruh tikoh masyarakat juga mengambil peran dalam pembangunan dunia pendidikan ini, jadi dengan Goro menanam pohon harapan kita gedung sekolah dapat terhindar dari longsor yang lebih besar lagi, katanya mengakhiri. (Tim-DNews).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *