Lukita Dinarsyah Tuwo, “Bonus Demografi adalah Bencana Jika Tidak Dipersiapkan dengan Baik”

Diamondworld.co.id, Batam – “Bonus Demografi adalah bencana jika tidak dipersiapkan dengan baik dalam persaingan pasar tenaga kerja”, ujar Calon Wali Kota Batam Lukita Dinarsyah Tuwo. Menurutnya, kemajuan ekonomi dan keberhasilan pembangunan Indonesia sangat tergantung kualitas Sumber Daya Manusia, untuk itu Batam harus menyiapkan SDM yang mampuni. Sesuai dengan letak geografis Batam adalah daerah strategis karena berhadapan langsung dengan negara tetangga.

Menghadapi implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2020, Batam harus menahan tekanan tentang tenaga terampil dari negara lain.

Dijelaskan Ketua Koordinator TIM Kota Batam Azhari Hamid di Rumah Bahagia (27/12), “kita butuh pemimpin yang mempunyai wawasan luas dan mempuni dalam mempersiapkan persaingan Global ini, pembenahan tentang tenaga kerja menjadi program pokok bagi Calon Wali Kota 2020, dan kami melihat hanya Lukita yang sanggup memimpin Batam kedepan”.  Lanjut Azhari menyampaikan kata Lukita, Pembangunan SDM itu sejak dari dalam kandungan, prosesnya tidak bisa dipisah -pisahkan. Azhari meneruskan, pendidikan kejuruan dan Balai Latihan Kerja (BLK) harus menjadi andalan untuk bersaing di pasar tenaga kerja. Seperti himbauan Lukita, Batam jangan terjebak oleh program – program jangka pendek, kata Azhari Hamid.

Catatan Dinas Kesehatan Kepulauan Riau menunjukkan, pada triwulan pertama 2019 ada 1.603 temuan bayi stunting di wilayah Batam. Angka itu terbilang tinggi untuk Batam yang menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pertumbuhan sebanyak 234.193 jiwa pertengahan tahun ini. Azhari menuturkan seperti yang dikatakan Lukita, “Jika terpilih, saya akan pastikan gizi remaja, ibu hamil dan anak tercukupi karena ini tidak bisa diselesaikan jika tidak menyeluruh”.

Alfonso salah satu Koordinator TIM Lukita mengatakan dengan motto “Mewujudkan Batam Bahagia Mendunia” maka Batam harus menyiapkan sistem pendidkan yang Berteknologi terhadap perkembangan dunia pendidikan di Batam. Program ini harus difokuskan dalam hal mengatasi kepadatan lokal bagi siswa dalam proses belajar mengajar dengan penambahan lokal disegala jenjang, katanya di Rumah Bahagia mengakhiri. (HR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *