Pemilihan Kepling Di Dolok Masihul Berujung Ricuh, Tokoh Masyarakat Gerah dan Angkat Bicara

Diamondworld.co.id, Serdang Bedagai – Mosi di kalangan masyarakat Kelurahan Dolok Masihul Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara terhadap pemerintah Kelurahan Dolok Masihul kini telah menuai kericuhan bagi masyarakat terutama para tokoh masyarakat yang ada di daerah sekitar Kamis ( 26/12/2019)

Kericuhan di mulai dari pemilihan Kepala lingkungan ( Kepling) yang selama enam tahun sekali di pilih untuk menjabat di lingkungan di kelurahan Dolok Masihul yaitu dengan cara system permatur yang melibatkan para tokoh di setiap lingkungan masing – masing untuk menunjuk langsung para calon Kepling yang layak memimpin. Namun dengan system yang di lakukan oleh Kelurahan tersebut masyarakat sempat mengucapkan pemilihan kepling pada tahun ini benar – benar berbau tidak transparan, kolusi dan penuh dengan kecurangan tidak seperti tahun – tahun sebelumnya. Belum lagi tentang para tokoh masyarakat yang di tunjuk langsung dari pihak pemerintah kelurahan dinilai tidak mempunyai barometer yang pas untuk menjadi permatur, sementara itu para tokoh yang selalu berkecimpung di kalangan masyarakat tidak di beritahukan apa lagi dilibatkan untuk membantu memuluskan pemilihan yang arif ,adil serta transparan.

Ketika Lurah Suwadi di konfirmasi untuk memberikan keterangan tentang kericuhan pemilihan Kepling di kelurahan yang dia pimpin sampai sekarang tidak ada jawaban sama sekali, diduga enggan untuk dikonfirmasi.

Tokoh masyarakat Alpian Purba, Ridwan Sitorus SE, Ibu Evi Permas, Indra Bakti NST, M Abror mengatakan kepada awak media, “dari awal pembentukan panitia pemilihan Kepling serta kegiatan pembentukan panitia lainnya kita tidak pernah di undang apa lagi di libatkan oleh pihak penerintahan kelurahan , sementara orang baru yang berdomisili di daerah ini bahkan dibilang tidak ada ikut berkecimpung langsung dengan kegiatan masyarakat sudah dibilang tokoh malah layak menjadi permatur pemilihan Kepling, masyarakat menganggap ini benar – benar mencederai kepercayaan seluruh masyarakat yang ada di kelurahan bahkan kecamatan Dolok masihul. Maka dari itu kami dan seluruh masyarakat di kelurahan Dolok Masihul membuat surat pernyataan Mosi dan menanda tanganinya terhadap pemerintah kelurahan Dolok Masihul tembusan kecamatan, Bupati, bahkan ke Gubernur Sumut untuk menyikapi surat kami ini dan memberi sangsi tegas kepada Pemerintah kelurahan agar berhenti bersifat tidak adil kepada kami sebagai masyarakat disini, dan ini membuat masyarakat menjadi resah bahkan gerah karena kepemimpinannya”. Ungkap mereka. ( RI)

Tinggalkan Balasan