Juned Ginting, ” Kami Korban Longsor Penimbunan Pasar Induk Mengajukan 5 Poin atas Kelalaian Pekerjaan”

DNews, Batam – Juned Ginting mewakili warga yang tekena musibah longsor berapa waktu lalu menutut 5 Poin terhadap pemerintahan kota Batam terkait keterledoran pemerintah dalam pengerjaan Proyek Pasar Induk Jodoh, Tanjung Uma Batam.  Hal ini disampaikan Juned kepada awak media ketika berada dilokasi kejadian pada (1/1/2020) sambil menunjuk kondisi rumah dan masyarakat terkena musibah sebanyak 224 jiwa.

“Kami menuntut 5 point atas kelalaian dari pengerjaan ini, yang pertama tetap membangun rumah masing-masing yang terkena longsor, dalam hal ini tentunya dengan persyaratan yang memiliki legalitas rumah masing – masing.  Kedua, pemerintah harus menjebatani antara masyarakat dengan perusahaan pemenang tender pengerjaan untuk dapat memberikan ganti rumah yang terkena musibah longsor tanah timbunan. Ketiga segera perbaiki fasum di RT 004 RW 004 yang hancur terkena longsor tanah. Keempat mengganti seluruh barang-barang perabot yang ada didalam rumah korban. Kelima memperjelas tempat tinggal, artinya lingkungan tersebut dapat dijadikan lokasi pemukiman atau Kota Lama”. Junet menjelaskan, bahwa itulah tuntutan mereka selaku warga yang terkena longsor yang berjumlah 224 jiwa.

Masih menjelaskan, sebelum terjadinya longsor kita sudah melaporkan ke polsek lubuk baja bawah ada salah satu perusahan yang menguruk tanah dekat pemukiman di RT 004 RW 004, Namun dalam membuat pelaporan ke Polsek Lubuk Baja Kota, kita dioper ke Polresta kata juru penyidik yang ada dipolsek Lubuk Baja Kota tersebut, setelah tiba di polresta kita di suruh ke Polsek Lubuk Baja Kota untuk membuat laporan. “Kami selaku rakyat kecil bermohon kepada para penguasa yang ada di Kota Batam ini, agar secepatnya selesaikan permasalahan warga Tanjung Umma di RT 004 Rw 004 kecamatan Lubuk Baja Kota tegasnya. Lanjut Juned mengatakan lagi, “Apabila pemerintahan kota Batam, Provinsi Kepri belum juga memberikan kejelasan tentang lokasi di RT 004 RW 004 apakah di RT 004 RW 004 itu Ruli atau Kota Lama, kita akan langsung kementerian sosial (pusat), kedua apa bila pihak berwajib yang ada di kota Batam tidak menanggapi yang telah dilaporkan pada tanggal 29/12/2019 tahun kemarin, kita akan lanjutkan laporan kepolda atau langsung kemabes polri untuk melanjutkan laporan, maka kita berharap pemerintahan Kota Batam dan pihak berwajib agar peka menangani kasus ini”, ujar Juned Giting. Ditambahkan Juned bahwa kita juga sangat bersyukur dan berterima kepada kementerian sosial telah memberikan bantuan tenda untuk kita dan para Lemabaga Swadaya Masyarakat yang ada di kota Batam Provinsi Kepri telah memberikan bantuan makanan, dan keperluan lainnya untuk warga yang terkena longsor. Harapan beliau kepada warga yang terkena longsor, “harus kompak”, maka dari itu kita meminta warga yang terkena longsor mendatangini Pengajuan 5 Hal Point yang telah kita jelaskan, ujarnya Juned ginting (agung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *