Virus Corona Menyebar Pesat, Penularan Dapat Terjadi dari Manusia ke Manusia atau Melalui Kontak Manusia

Beberapa negara lain melaporkan kejadia yang sama terjadi di neara China. Virus Corona yang masih satu keluarga dengan virus penyebab flu hingga MERS dan SARS ini bisa menyebabkan kematian, dan Virus ini menyebar dengan sangat cepat.

Beberapa peneliti mencoba menganalisa. Hasilnya, setiap orang yang terinfeksi virus corona rata-rata berpotensi menyebarkan kedua atau tiga orang lainnya yang sehat hanya dengan terkontaminasi udara. Melansir dari Reuters, menurut para ilmuwan terkait apakah wabah akan terus menyebar, tergantung pada efektivitas langkah-langkah pengendalian yang dilakukan. Tapi, untuk dapat menahan epidemi dan mengubah gelombang infeksi, langkah-langkah pengendalian harus menghentikan penularan setidaknya 60 persen kasus. Korban tewas akibat wabah corona virus tercatat sebanyak 41 orang, dengan lebih dari 1.400 orang terinfeksi di seluruh dunia, di mana sebagian besar di China.

“Tidak jelas pada saat ini apakah wabah dapat ditahan di China,” kata spesialis penyakit menular Imperial College London yang juga mempimpin salah satu studi, Neil Ferguson. Lanjutnya, sebanyak 4.000 orang di Wuhan telah terinfeksi pada 18 Januari 2020, dan rata-rata setiap kasus menginfeksi dua atau tiga lainnya.

Studi lain yang dilakukan peneliti di Universitas Lancaster Inggris juga menghitung tingkat penularan pada 2,5 orang baru rata-rata terinfeksi oleh setiap orang yang telah terinfeksi virus. “Jika epidemi terus berlanjut di Wuhan, kami memperkirakan itu akan jauh lebih besar pada 4 Februari,” ujar para ilmuwan.

Para ilmuwan memperkirakan, wabah di Wunhan yang dimulai pada Desember 2019 akan meluas hingga 190.000 kasus infeksi pada 4 Februari 2020. Infeksi akan terjadi di China dan menyebar ke negara lain. Kepala Program Penelitian Biosecurity di Kirby Institue, Universitas New South Wales Australia, Raina MacIntyre, menyampaikan, penyebaran infeksi yang menyebar luas dalam beberapa hari terakhir ini sangat memprihatinkan. “Semakin luas infeksi di bagian lain China, semakin besar risiko penyebaran global,” tutur MacIntyre.

Penularan virus dapat terjadi dari manusia ke manusia atau dapat ditularkan melalui kontak manusia. Gejala penyakit ini antara lain demam, batuk, dan kesulitan bernapas. Dilansir dari situs resmi WHO, virus corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti MERS dan SARS. Secara global, virus corona baru muncul secara berkala di berbagai daerah, termasuk SARS pada 2002 dan MERS pada 2012. Virus corona biasa ditemukan pada banyak spesies hewan, termasuk unta dan kelelawar. Namun, terkadang virus corona yang menginfeksi hewan dapat berevolusi dan membuat orang sakit, menjadi virus corona manusia yang baru, seperti 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV), SARS-CoV, dan MERS-CoV. (Berita dilansir dari Kompas.com).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *