Penggarapan Hutan Lindung di Kebil Membabi Buta, Ditpam BP Batam Hentikan Paksa Pengelola

DNews, Batam – Direktorat Pengamanan Badan Pengusahaan ( Dipam BP) Batam kembali menghentikan penggarapan hutan Lindung ( HL ) di jalan Bumi Perkemahan Kel. kabil Kec. Nongsa, Batam 29/1/2020. Hal ini disampaikan oleh Sinambela komfirmasi melalui Whatshap nya mengatakan, “Berawal mendapat laporan dari warga terkait ada kegiatan penyerobotan Hutan Lindung di wilayah Kabil, kami langsung turun kelokasi memastikan kegiatan tersebut. Setelah melihat dilokasi, kami langsung hentikan kegiatan tersebut, karena lahan tersebut masuk lokasi Hutan Lindung dan penggarap ketika ditanya legalitas tidak dapat menunjukan”.

Lanjut Sinambela menjelaskan, bahwa saat ini alat berat sudah dikeluarkan dari lokasi, dan kepada penggarap jika merasa keberatan kami minta menjumpai pimpinan kami. Masih Sinambela mengatakan, penghentian terhadap penggarap Hutan Lindung ini sudah berkali – kali dilakukan di lokasi Kabil, bahkan sudah ada yang di pasang Plang oleh BP Batam bahkan juga dari DLH. Namun kegiatan terus saja terulang dan menggarap semakin luas di Hutan Lindung Resapan Air DAM Duriangkang tersebut.

Awak media DNews sudah melakukan pantauan beberapa hari sebelumnya, dan dari salah satu warga Kabil inisial “T” mengatakan, “Benar pak, itu HL, sebelum saya tinggal di Kabil ini, lokasi itu sudah dipagar oleh BP batam yang dulu namanya Otorita Batam dengan kawat, mulai dari jalan Bumi perkemahan ini, kemudian pagar tersebut berbatasan dengan lapangan bola, terus kebelakang kavling warga hingga sekolah Muhammadyah Kabil”. Lanjut T menjelaskan bahwa sebelumnya juga telah terjadi penggarapan disampingnya seluas lebih kurang 7 Ha, dan lahan tersebut kini dihentikan, yang kasihan itu masyarakat yang membeli kavling tersebut, sekarang dilanjutkan lagi menggarap HL ini disamping lokasi yang jelas bermasalah sebelumnya. Dan sekarang jika saya amati luas lahan yang akan di garap lebih kurang 8 Ha, saya senang Ditpam telah menyetop kegiatan tersebut, tapi sebaiknya Ditpam bekerja sama dengan kepolisian menjaga HL ini, sebab sekarang di setop saya yakin beberapa hari lagi mereka masuk garap lagi, karena dari dulu begitu terus kejadiannya mas, kata T kepada awak media dilokasi.

Dikediamannya Herwin Saputra yang selama ini selalu menjadi pemerhati lingkungan di wilayah Kabil mengatakan, “Benar ada kegiatan penggarapan terhadap HL yang dimaksud, Bahkan sempat diisukan beberapa hari yang lalu saya ikut bersama penggarap lahan bersubahat menggarap HL. Tapi kalau isu saya ngak ambil pusing, hanya saja jika mencemarkan mana baik saya akan melaporkanhya, yang jelas sejak mafia lahan bermain kavling bodong di wilayah Kabil hingga sekarang, selalu saya yang berteriak baik melaporkan ke aparat penegak hukum, maupun instansi terkait. Jika pemerintah tidak mengambil tindakan hukum, bukan berarti kita tidak bekerja, tentunya kepolisian yang dapat menjawab hal – hal seperti itu”. Dan tentang yang baru digarap ini, saya berterima kasih kepada Ditpam khususnya abang Sinambela yang tanggap dengan kondisi di lapangan, semoga dengan disetop, jangan dilanjutkan lagi, ujar nya. (HR).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *