Masuknya Proyek IPAL ke Meditrania Masyarakat Minta Ikut Mengawasi

DNews, Batam – ketua RT dan Rw yang ada di komplek perumahan mediatriana pada hari Senin malam 3/2/2020 gelar rapat bersama Kepala bidang lingkungan Hidup BP Batam, Rapat di pimpin oleh Kasiman selaku ketua RW perumahan Mediterania sekaligus sebagai moderator.

Adapun iyus selaku kepala Bidang lingkungan hidup BP Batam juga sebagai penanggung jawab proyek (PPK) pelaksanaan proyek instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di lingkungan perumahan Mediterania didalam rapat tersebut mengatakan, “kami akan mencoba memberikan penjelasan terkait dengan rencana pemasangan pipa IPAL di perumahan Mediterania. Dan memperkenalkan pelaksana proyek di pegang oleh pimpinan kami kepala BP Batam, dan dari struktur proyek didampingi oleh kontraktor utama yaitu PT Hansoll dari Korea kemudian juga ada dari Indonesianya yaitu pak Tobing sebagai Mitra konsultan.

Lanjut Iyus, pihaknya berupaya memberdayakan pengusaha kontraktor lokal sehingga bisa merekrut yang berasal dari kota Batam, untuk pengerjaan di perumahan Mediterania dari PT Jaya Rava Raka selaku penanggung jawabnya.

Jaynudin, penanggung jawab PT jaya rava raka sebagai kontraktor pelaksana menjelaskan, bahwa ini mungkin yang kesekian kalinya, “saya juga pernah memberikan sosialisasi di perumahan Mediterania pada bulan Februari yang lalu tahun 2018 dan Kemudian beberapa kalinya kita laksanakan rapat, mudah-mudahan sekarang kita bisa melaksanakan kegiatan ini. Untuk Progressnya saat ini hampir 78,2% hingga Desember 2019 dan sampai bulan Januari 83,2% semoga proyek ini akan selesai pada Desember 2020.

Oleh karena itu sebenarnya ada beberapa presentasi yang kami sampaikan tapi, mungkin saya hanya menyampaikan melalui video singkat selama 23 menit nanti akan dijelaskan presentasi terkait teknis oleh kepala bidang lingkungan Hidup.

Dalam rapat tersebut. beberapa ketua RT meragukan dan pesimis bahwa proyek IPAL tersebut akan berjalan dengan baik. “Kami meminta jaminan pengerjaan penggalian di depan rumah warga karena akan rusak jalan dan pada saat hujan akan tergenang sehingga aktifitas warga terganggu. banyak contoh kerusakan jalan seperti Mega legenda, Puri legenda dll, sehingga kami tak mau hal tersebut terjadi di perumahan kami.
Salah satu Ketua RT juga dengan keras menolak karena permintaan dari warganya. Bahkan katanya, apakah proyek ini wajib di laksanakan ataukah tidak. Kalau tidak wajib kami menolak.
ketua RT 007 dengan lantang menyuarakan agar pelaksanaan proyek di dampingi oleh 2 orang warga sebagai pengawas, agar setiap pengerjaan proyek tidak asal jadi, gajinya ditanggung pihak kontraktor dan ada dana CSR bagi warga, serta klau terjadi kebocoran pipa, ada tempat yang bertanggung jawab.

Beberapa tokoh masyarakat dan warga berharap agar sosialisasi lebih intensive ke blok2 RT masing – masing sehingga warga lebih jelas memahami agar jangan ada dusta diantara kita. Kasiman selaku ketua RW Mediterania menjelaskan, pada prinsipnya kami di sini mendukung dan akan mengawasi program pemerintah, seperti kemarin yang disampaikan oleh Walikota Batam pada acara musrenbang di kelurahan Baloi permai, yakni program pemerintah harus diawasi dengan baik oleh masyarakat. “Saya minta jaminan yaitu material agar bisa eksen disaat kita mengerjakan proyek tersebut”, tutupnya. (agung)

Tinggalkan Balasan